Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Mengawali perdagangan di pekan ketiga September 2014, indeks bursa saham Indonesia bergerak lemah. Pemodal asing masih terus melakukan aksi jual di sesi pagi ini.
Pelaku pasar memang memasang posisi jelang pertemuan bulanan The Fed yang akan menentukan naik tidaknya suku bunga acuan di negara tersebut.
Pada pra pembukaan perdagangan saham Senin, 15 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terhempas dari level psikologis 5.200. IHSG terkoreksi 25,44 poin (0,49%) ke level 5.118,26.
Tren pelemahan IHSG masih berlanjut di sesi pembukaan. Meski sedikit menguat, IHSG masih turun 23,52 poin (0,46%) ke level 5.120,18.
Di awal pekan ini, saham-saham unggulan terkena tekanan aksi jual para investor. Tercatat 23 saham bergerak melemah sementara hanya lima yang menghijau.
Pemodal asing yang mulai memasang posisi jelang pertemuan The Fed kali ini mengamankan investasinya dengan menarik dana Rp 8 miliar. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan aksi beli investor domestik yang mencatat nett buy Rp 13 miliar.
Laju pelemahan juga dialami indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke level 167,24 dan kini masih terus bergerak turun.
Hingga perdagangan pukul 09.19 WIB, indeks ISSI telah terpangkas 0,32 poin (0,19%( ke level 167,41. Transaksi perdagangan telah melibatkan 4,5 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 553,99 miliar.
Sebanyak 40 emiten syariah kini telah beranjak ke zona hijau namun 94 lainnya masih tertinggal di zona merah.
Kondisi yang sama terjadi di jajaran saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini dibuka melemah ke lebel 686,03 dan terus bergerak turun.
Tercatat hanya 7 emiten unggulan syariah yang bergerak menguat di kala transaksi perdagangan telah mencapai Rp 442,94 miliar.
" Sentimen negatif dari bursa regional dikhawatirkan akan membuat IHSG melanjutkan trend turun jangka pendek yang saat ini tengah terjadi," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
IHSG diperkirakan bakal tetap bergerak bervariasi pada kisaran sempit 5135 - 5175. Sentimen dari kebijakan The Fed yang memicu aki jual investor tersebut bakal menjadi faktor dominan bagi pergerakan IHSG hari ini.
Meski sentimen pasar cenderung negatif, Satrio menilai masih ada faktor penolong yang bisa menahan IHSG tidak bergerak turun. Munculnya berita bahwa LPS telah memilih sebuah lembaga keuangan Jepang sebagai pembeli dari Bank Mutiara, diperkirakan bisa menjadi penyumbang sentimen positif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya