Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia kembali mencoba menerobos zona hijau di perdagangan jelang akhir pekan. Penguatan ini tertahan oleh aksi jual jual pemodal asing.
Para pemilik dana dari luar negeri tercatat melakukan aksi jual bersih dengan nilai Rp 33 miliar.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 12 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 2,07 poin (0,04%) menuju 5.136,3. Penguatan indeks disokong 73 saham yang menembus zona hijau.
Frekuensi perdagangan saham di sesi awal ini tercatat 3.961 kali dengan volume 151,14 juta saham. Nilai transaksi mencapai Rp 156,14 miliar.
Upaya percobaan ke zona hijau juga dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat ke 167,29. Sekitar satu jam perdagangan, indeks ISSI telah menguat 0,28 poin (0,17%) ke level 167,04.
Tercatat sudah ada 72 emiten syariah yang bergerak menguat ke zona positif sementara 73 lainnya masih tertinggal di teritori negatif. Jelang akhir pekan ini, 119 emiten sama sekali belum ditransaksikan pelaku pasar.
Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 687,54 miliar dengan efek beralihtangan mencapai 6,83 miliar.
Penguatan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 686,21.
Naiknya harga saham 15 emiten kembali mengangkat indeks JII menguat 2,19 poin (0,32%) ke level 685,51. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 464,75 miliar.
Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya menjelaskan, terhempasnya IHSG ke zona merah di penutupan perdagangan kemarin dipicu depresiasi rupiah, nett sell asing, dan merahnya laju bursa saham Asia.
" Rilis tetapnya BI rate yang sempat berimbas ositif pada laju saham-saham konsumer, properti, dan perbankan tidak mampu bertahan hingga akhir sesi," katanya.
Reza memperkirakan laju IHSG kali ini akan mencoba untuk bertahan dari penurunan. Namun jika aksi jual tidak terbendung, bukan tidak mungkin laju IHSG berpeluang menuju utang gap 5113-5127.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya