Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Bahrain bakal menciptakan rekor baru di bisnis keuangan dunia. Salah satu negara di Timur Tengah ini berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) bernilai US$ 500 juta dengan tenor 30 tahun. Obligasi ini diklaim sebagai surat pertama dengan tenor terpanjang.
Mengutip laman Arabianbusiness, Kamis, 11 September 2014, Bahrain menerbitkan obligasi berjangka waktu 30 tahun dengan yield rendah di sekitaran 6 persen. Obligasi ini diharapkan mulai berlaku pada pekan ini.
Pelaku pasar menyambut positif keputusan Bahrain menerbitkan obligasi bertenor 30 tahun tersebut seiring semakin membaiknya sentimen pasar terhadap Teluk pada umumnya. Sampai saat ini, tenor terpanjang obligasi Bahrain adalah 10 tahun.
Bahrain memang telah lama dilihat oleh banyak investor sebagai negara terlemah dari enam negara pendukung Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk (GCC), baik secara politik maupun ekonomi.
Kerusuhan sporadis terus berlangsung sejak penguasa Sunni Bahrain terlibat perseteruan dengan anggota komunitas Muslim Syiah pada awal tahun 2011 Selain itu, Bahrain diketahui tidak memiliki cadangan minyak yang cukup dibanding sebagian besar negara GCC.
Sejak 2011 pertumbuhan produk domestik bruto telah sangat bergantung pada industri minyak, yang rentan terhadap perubahan harga minyak dunia dan belanja pemerintah. Akibatnya, keuangan negara Bahrain semakin mendapat tekanan.
" Pasokan dari dalam negeri masih rendah sehingga Bahrain butuh dukungan rekening global seperti dana pensiun dan asuransi," kata Abdul Kadir Hussain, kepala eksekutif Mashreq Capital DIFC.
Standard & Poor pada Juni lalu memberikan peringkat BBB untuk Bahrain dengan outlook stabil. Lembaga pemeringkat internasional ini meramalkan harga minyak di atas $ 100 per barel di tahun mendatang, ditambah bantuan pembangunan dari negara-negara lain di GCC, akan menjaga perekonomian Bahrain tumbuh.
Banyak bankir di Teluk membandingkan perdagangan obligasi internasional terakhir Bahrain. Yakni obligasi senilai US$ 1,5 miliar dengan yield 6,125 persen bertenor 10 tahun yang diterbitkan tahun lalu, dengan sukuk pemerintah Dubai senilai $750 juta yang berjangka waktu hingga Januari 2023 .
Obligasi Bahrain kini ditawarkan dengan yield sebesar 4,28 persen, turun 242 bps sejak September tahun lalu. Yield obligasi Dubai juga telah turun 171 bps menjadi 3,81 persen - tertinggal dari obligasi Bahrain, meskipun ada sentimen bullish ekstrim sekitar Dubai karena booming pasar real estate.
Bahrain telah menunjuk Citigroup, Gulf International Bank, Mitsubishi dan Standard Chartered untuk mengatur penerbitan obligasinya ini.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?