Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bitcoin
Dream - Perusahaan Bitcoin Indonesia meminta kejelasan status produk agar para pelaku bisa mengikuti aturan yang harus dijalankannya. Meski belum mendapat kejelasan status, transaksi pengguna bitcoin --uang virtual-- di Tanah Air sudah mencapai US$ 30 ribu-50 ribu per hari atau Rp 353,1 juta-588,5 juta per hari
" Komoditas yang saya maksud itu adalah barang IT, bukan emas, perak. BI belum benar-benar jelas nyatakan bitcoin itu apa," ujar CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan saat ditemui di Jakarta, kemarin.
Oscar menjelaskan, jika dinyatakan setara emas, Bitcoin Indonesia akan langsung berhubungan dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sementara jika dinyatakan produk Teknologi Informasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian.
" Atau bitcoin dinyatakan mata uang, oh ya sudah, kita dengan bahagia menyatakan kita perusahaan keuangan lho, tapi dari BI belum ada bicara apa-apa, kita tunggu saja," paparnya.
Berkaca dari Singapura, status bitcoin ditetapkan sebagai komoditas. Sementara, di California, Amerika Serikat, bitcoin ditetapkan sebagai mata uang.
Namun, dengan ketidakjelasan status ini, lanjut Oscar, pihaknya mengalami kesulitan untuk mengembangkan penjualan. Pasalnya, masyarakat pun masih menunggu kejelasan status tersebut sebelum berinvestasi dengan Bitcoin.
Dari catatan Bitcoin Indonesia, pengguna mata uang virtual di Indonesia masih 0,05 persen dari seluruh pengguna dunia. Jumlah transaksi hanya sekitar US$ 30 ribu-50 ribu per hari.
" Paling besar di China, jumlah transaksinya US$ 16 juta dolar per hari, di Amerika Serikat jumlah transaksinya US$ 2 juta dolar per hari, di Rusia US$ 1 juta dolar per hari. Jadi di Indonesia masih sangat kecil," ungkapnya.
Menurut Oscar, jika status Bitcoin sudah jelas, pemerintah pun bisa mendapatkan keuntungan dari produk investasi ini.
" Banyak negara yang bisa mendapatkan pajak dari Bitcoin ini karena memang potensinya besar," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya