Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi jual investor di Bursa Efek Indonesia menjatuhkan rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah. Pemodal memanfaatkan sentimen penguatan dolar AS untuk melakukan aksi ambil untung.
Pada penutupan perdagangan BEI, Selasa, 9 September 2014, IHSG terpangkas 49,36 poin (0,94%) ke level 5.197,11. Seluruh indeks saham kompak bergerak ke zona merah.
Tanda-tanda pelemahan IHSG memang sudah terlihat di awal perdagangan. Sempat naik tipis 3 poin, IHSG pelan-pelan bergerak menurun seiring sentimen negatif di pasar.
Hingga sesi penutupan, sebanyak 259 emiten menyeret IHSG masuk zona merah. Penguatan harga saham dari 60 emiten tak mampu mengangkat IHSG ke zona merah.
Aksi jual beli pelaku pasar melibatkan 6,21 milair saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp 5,2 triliun.
Tekanan para pengambil untung juga membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak mampu mempertahankan laju kenaikannya. Indeks ISSI terpangkas 2,23 poin (1,29%) ke level 169,89.
Sebanyak 173 emiten syariah mengakhiri sesi perdagangan di teritori negatif sementara 35 lainnya masih mampu bergerak naik.
Tercatat 35,36 miliar saham syariah telah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,19 triliun.
Sepanjang perdagangan kali ini, indeks ISSI sempat memberikan harapan kenaikan setelah dibuka menguat ke level 172,24. Indeks ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi 172,4.
Ramainya aksi ambil untung pasar usai IHSG mencetak rekor ditambah kurs rupiah yang melemah dimanfaatkan pemodal untuk melepas sahamnya. Alhasil, indeks ISSI berada dalam tekanan dan berakhir di zona merah.
Koreksi tajam juga dialam indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 9,76 poin (1,37%) ke level 698,2. Indeks ISSI sempat menyentuh level terendah 709,24.
" Regional terlihat masih aman. Srait Times sore ini running dengan kenaikan tipis, plus Dow Futures hanya turun tipis menunjukkan bahwa problem IHSG adalah masalah dalam negeri," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya