Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi
Dream - Berawal perkenalannya dari seorang teman, Niken Dewi Kurniasari memulai bisnisnya beberapa tahun lalu. Dia memulai mengembangkan bisnis budidaya buah tin, buah yang terkenal dengan sebutan 'buah surga' dan memiliki posisi khusus dalam Al Quran sebagai salah satu nama surat.
" Saya kenal dari temannya suami di pengajian, dia seorang dokter yang memiliki bibit buah tin. Dia memberikannya kepada saya," ujar Niken kepada Dream, Selasa, 9 September 2014.
Tidak hanya membudidayakannya, Niken kini mengembangkan bisnisnya dengan membuat produk olahan buah Tin seperti teh tubruk, teh celup, dan kapsul dengan merk TinQu. Buah yang terkenal dengan khasiatnya untuk kesehatan ini pun mulai digemari masyarakat.
" Manfaatnya itu sebagai antioksidan, menangkal radikal bebas, kesehatan kulit, menambah insulin, mengurangi kolesterol, dan masih banyak lagi," paparnya.
Untuk satu kotak teh tubruk 20 gram harganya Rp 15 ribu, sementara teh celup isi 20 kantong harganya Rp 27 ribu, dan kapsul isi 70 harganya Rp 60 ribu. Bahkan, harga satu kilo Buah Tin segar, harganya mencapai Rp 900 ribu.
Sayangnya, lanjut Niken, pihaknya memiliki kendala keterbatasan bahan baku. Hal ini disebabkan tidak banyaknya buah yang dihasilkan dalam sekali panen.
" Pembuahan itu 4 bulan, kalau ada 5 pohon, buah yang dihasilkan sekitar 1 kilo," jelas Alumnus Fakultas Bahasa Aran dan Studi Islam Universitas Ma'Had Umar bin Khattab Surabaya ini.
Untuk mengantisipasi besarnya permintaan tersebut, Niken harus bekerja sama dengan komunitas yang juga melakukan budi daya buah Tin ini. Sedangkan, untuk Buah Tin kering, dia harus mengimpor dari Turki.
" Penghasil buah Tin itu kan Eropa dan teknik pembuatannya lebih bagus. Kalau kita membuat buah Tin kering ini menggunakan asam dan kuantitasnya terbatas, jadi kita impor dari Turki sekitar 20-50 kg. Harganya kita jual Rp 53 ribu isi 6 buah per pack," paparnya.
Dengan bisnis yang digelutinya saat ini, Niken mengaku telah berhasil meraih omzet Rp 60-80 juta per bulan. Dia tengah mengurus izin produk makanan agar tercatat di Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Dinas Kesehatan.
" Perizinan masih dalam proses, tapi kan eksekusinya tidak bisa langsung," pungkasnya.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya