Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Terseret Arus Negatif Bursa Global

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 10 September 2014 09:33
Indeks Syariah Terseret Arus Negatif Bursa Global
Emiten sektor pertambangan menjadi motor pelemahan laju indek bursa saham Indonesia.

Dream - Bursa saham Indonesia belum berhenti dengan laju pelemahannya seiring angin negatif dari kondisi perekonomian global. Memerahnya bursa saham Amerika Serikat telah menyeret pasar modal Asia dan Indonesia membuka perdagangan di teritori negatif.

Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 6,86 poin (0,13%) ke level 5.190,25. Indeks semakin terjerumus masuk zona merah di sesi pembukaan perdagangan dengan melemah 17,4 poin (0,33%) ke level 5.179,71.

Hingga perdagangan pukul 09.18 WIB, laju pelemahan IHSG masih terus berlanjut. IHSG telah terpangkas 0,59% menuju level 5.166,03. Dua sektor saham yaitu tambang dan properti memimpin laju pelemahan IHSg di sesi awal ini.

Sepanjang 15 menit perdagangan, tercatat telah ada 4,29 miliar saham yang diperdagangkan pelaku pasar. Nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp 393,03 miliar. Sebanyak 150 emiten telah tersungkur ke zona merah sementara 43 lainnya masih sanggup bertahan menguat di tengah tren pelemahan yang terjadi.

Sentimen negatif dari bursa saham global yang dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed juga menyebabkan gerak emiten syariah BEI menjadi loyo.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi tadi dibuka melemah ke level 169,47. Indeks ISSI saat ini telah terkoreksi 1,43 poin (0,84%) ke level 168,46.

Koreksi harga saham dialami oleh 127 emiten syariah sementara 16 lainnya masih bergerak menguat. Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 466,18 miliar.

Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Dibuka melemah ke level 695,74, indeks JII saat ini telah terpangkas 6,56 poin (0,93%) ke level 691,64.

Tercatat hanya satu emiten bluechips syariah yang mampu bertahan di zona hijau. Sisanya sebanyak 25 emiten bergerak melemah dan 4 lainnya stagnan.

Riset PT Trust Securities menilai IHSG kemarin bergerak melemah akibat tekanan jual para investor yang mencoba menarik untung dari pencapaian rekor baru IHSG.

Hari ini, laju IHSG berpeluang kembali melanjutkan tren pelemahannya jika tidak muncul sentimen positif maupun naiknya daya beli di pasar modal.

Beri Komentar