Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi Sukuk (sumber: Http://img.rt.com/)
Dream - Penerbitan surat utang syariah (sukuk) korporasi dan infrastruktur cenderung terus menurun tahun ini di kawasan Teluk dan Malaysia. Penurunan ini terjadi di tengah dukungan kondisi pasar seperti suku bunga rendah dan tingginya minat investor.
Laporan terbaru Standard & Poor Ratings Services menunjukan, penerbitan sukuk di kawasan Teluk turun 33 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini menjadi US$ 6,5 miliar.
Kinerja sedikit lebih baik terjadi di Malaysia yang merupakan pasar sukuk korporasi dan infrastruktur terbesar dunia. Penerbitan sukuk di Negara Jiran ini hanya turun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Di saat korporasi ragu-ragu menerbitkan surat utang syariah, jumlah penerbitan sukuk baik dari lembaga keuangan maupun dan pemerintah justru tampil jauh lebih baik. Sukuk ini tumbuh sebesar 19 persen di negara Teluk dan 6 persen di Malaysia.
Standard & Poor Ratings Services menilai penurunan sukuk korporasi dan infrastruktur kemungkinan terkait banjirnya likuiditas perbankan yang cukup murah sehingga membuat emiten kurang bergantung pada pasar modal.
Sebagai catatan, porsi pinjaman dana kawasan Teluk telah meningkat dari hanya di bawah 50 persen pada 2012 menjadi lebih dari 60 persen dari total pendanaan pada tahun 2014. Sukuk korporasi dan infrastruktur cenderung beralih menjadi obligasi konvensional. Hal ini didasarkan pada tingkat penerbitan di kuartal kedua dan ketiga tahun ini dibandingkan dengan pada kuartal keempat tahun 2013, ketika sukuk mendominasi.
Sejumlah kecil entitas sukuk korporasi dan infrastruktur yang saat ini menerbitkan sukuk di Teluk dan Asia menjadi penyebab lain dari menurunnya penerbitan.
Saat ini tercatat penerbitan sukuk korporasi dan infrastruktur sebagian besar dilakukan perusahaan Malaysia dan Arab Saudi. Laporan tersebut memperkirakan sekitar US$ 17 miliar sukuk di Teluk akan jatuh tempo antara Juli 2014 dan Desember 2016, setara 65 persen dari penerbitan utama tahun sampai dengan 31 Desember 2013.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?