Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Waspada! Dunia di Ambang Krisis Lowongan Kerja

Reporter : Ramdania
Rabu, 10 September 2014 14:15
Waspada! Dunia di Ambang Krisis Lowongan Kerja
Beruntunglah kalian yang masih memiliki pekerjaan saat ini. Pasalnya, Bank Dunia mengingatkan kini terjadi krisis lapangan pekerjaan di dunia. Saat ini 100 juta lebih orang menganggur di negara G20.

Dream - Bank Dunia memperingatkan masyarakat dunia mengenai krisis lapangan pekerjaan yang kini tengah terjadi. Masalah ini akan menganggu pertumbuhan ekonomi dunia dan tidak ada langkah cepat yang mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam sebuah studi yang dirilis Bank Dunia terkait buruh dalam Pertemuan Tingkat Menteri Ketenagakerjaan di Australia, diperlukan setidaknya tambahan 600 juta lapangan pekerjaan baru pada tahun 2030 sebagai langkah antisipasi pertumbuhan populasi.

" Ada sedikit keraguan mengenai krisis lapangan pekerjaan global ini. Laporan ini menjelaskan adanya kekurangan pekerjaan dan kualitasnya," ujar Direktur Senior Bank Dunia Nigel Twose, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 10 September 2014.

" Dan hal yang menganggu lainnya adalah kami melihat terjadinya ketimpangan pendapatan di negara anggota G20, meskipun beberapa kemajuan telah diperlihat beberapa negara berkembang seperti Brazil dan Afrika Selatan," tambahnya.

Twose mengetakan negara berkembang secara keseluruhan telah mengatasi masalah ini lebih baik dibandingkan negara maju. Negara berkembang mampu menciptakan lapangan kerja, terutama didorong negara seperti China dan Brazil, meski prospeknya masih suram.

Laporan yang disusun oleh OECD dan International Labour Organisation mengatakan lebih dari 100 juta orang kini menjadi pengangguran di negara G20 dan ada 447 juta orang yang masuk dalam kategori pekerja miskin dengan biaya hidup kurang dari US$ 2 per hari.

Meskipun dikatakan terjadi pemulihan ekonomi pada tahun 2013-2014, tetapi pertumbuhan ini masih berada di bawah tren dan masih berisiko menurun. Hal ini karena melemahnya pasar tenaga kerja yang menghambat konsumsi dan investasi.

Pertumbuhan ekonomi yang melambat terus-menerus akan meredam prospek pertumbuhan lapangan pekerjaan. Selain itu, upah riil yang stagnan di banyak negara juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ini.

" Tidak ada langkah cepat untuk menyelesaikan krisis lapangan pekerjaan ini. Namun, memang perlu dilakukan langkah antisipasi untuk menanggapi pertumbuhan populasi ini dengan menciptakan 600 juta lapangan pekerjaan baru," jelasnya.

" Untuk itu dibutuhkan kerja sama semua departemen dan sektor swasta," tambahnya.

Dalam menghadapi pelambatan pertumbuhan ekonomi ini, Forum G20 akan bertemu kembali pada November mendatang dengan pembahasan mengenai pengembangan strategi pertumbuhan dan rencana aksi.

Forum ini menekankan perlunya kebijakan publik yang terkoordinasi dan terintegrasi dengan sistem perlindungan sosial dan keuangan negara.

" Kebijakan yang terkoordinasi ini sangat diperlukan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menciptakan lapangan kerja," tandas Twose.

Beri Komentar