Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dream - Jika dikatakan perempuan merupakan mesin pertumbuhan ekonomi, maka pernyataan tersebut tidak berlebihan. Pasalnya, perempuan kini telah mampu mengendalikan pemerintahan atau perusahaan.
Bahkan di rumah, perempuan memegang kendali yang cukup besar terhadap keuangan rumah tangga. Hampir 80% ibu rumah tangga menentukan keputusan pembelian barang atau jasa untuk keluarganya.
Dari data tersebut, maka perempuan lebih terhubung secara sosial dengan produk seperti pakaian hingga mobil. Mereka yang lebih mencari tahu mengenai brand suatu produk yang kemudian baru dijelaskan kepada pasangan mereka.
Berdasarkan situs MarketingProfs yang dikutip, Kamis, 11 September 2014, begini cara mendekati konsumen perempuan. Paling tidak ada 3 hal yang diharapkan perempuan terhadap suatu produk.
1. Perempuan ingin tahu manfaat suatu produk bukan fitur produk.
Dalam pemasaran, banyak brand yang tertinggal karena mereka lebih fokus menonjolkan fitur suatu produk, bukan manfaatnya.
Sebagai contoh dalam penjualan mesin cuci piring. Perusahaan menggembar-gemborkan teknologi yang digunakan mesin cuci piring tersebut. Padahal, pemasaran produk itu bisa lebih efektif ketika mereka menyatakan bahwa mesin cuci piring tersebut bisa membuat piring sangat bersih karena adanya jet semprot dari segala arah.
Pemilihan bahasa yang mudah dimengerti atau terbayang secara riil akan memberikan dampak yang sangat efektif untuk menjual produk kepada perempuan.
2. Perempuan Ingin Memiliki Keterikatan Emosional dengan Produk
Penelitian menunjukkan perempuan memiliki otak yang lebih sosial dibandingkan laki-laki. Dalam istilah praktis, implikasinya adalah jika seorang perempuan merasa dikecewakan suatu produk maka dia tidak akan membeli produk itu kembali.
Dalam pemasaran, hal kecil harus diperhatikan guna menghargai perasaan perempuan. Apalagi jika produk Anda memiliki kelebihan dengan produk pesaing.
Hubungan yang baik ini bisa dibangun melalui media sosial. Misalkan ada yang menyampaikan pernyataan positif terhadap produk Anda, maka Anda dapat merespon tanggapan tersebut.
Intinya, jika produk Anda ingin dihargai maka Anda harus menghargai konsumen perempuan ini.
3. Perempuan Sangat Peduli Merek
Contoh yang pernah terjadi dalam dunia pemasaran. Sebuah brand terkenal membuat produk dan memasarkannya secara besar-besaran. Sayangnya, produk ini ternyata tidak dapat digunakan secara baik untuk semua bentuk tubuh perempuan.
Namun, ternyata perempuan merupakan konsumen yang pemaaf terhadap brand terkenal. Mereka tetap mejadi konsumen setia terhadap produk yang tidak sempurna sekalipun, asal produk tersebut memiliki merek terkenal.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya