Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Zahra Al Aboodi bersama rekan-rekannya di Kementerian Pekerjaan Umum Uni Emirat Arab bertekad menyelesaikan masalah perumahan di Uni Emirat Arab (UEA). Dia tengah menyusun strategi untuk program perumahan.
" Jika kita berbicara tentang perumahan, kita berbicara tentang penduduk. UEA memiliki populasi yang berkembang sangat cepat yaitu 5% per tahun. Untuk itu perlu revisi strategi menanggapi perubahan situasi sosial-ekonomi yang terjadi," ujar Al Aboodi seperti dikutip dari Arabian Business, Kamis, 11 September 2014.
" Ada banyak variabel yang tidak bisa kendalikan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Jadi kita harus membuat rencana B, C, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada," tambahnya.
Al Aboodi mengatakan pihaknya telah menetapkan target 75% penduduk UAE bisa memiliki rumah sendiri pada tahun 2021. Dia mengaku hal ini bukanlah perkara mudah. Perlu bantuan semua pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan publik dan swasta.
" Ada banyak pemain di sektor perumahan ini. Setiap pihak memiliki program dan tujuan sendiri, tetapi tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa berada pada jalan yang sama," ujarnya.
Bersamaan dengan rencana kerja strategis tersebut, Departemen Pekerjaan Umum mendukung inisiatif dan program perumahan. Salah satunya termasuk memberikan dukungan secara teknis seperti pada program yang diluncurkan pada Desember lalu, yaitu program pembangunan 10 ribu rumah bagi warga UEA.
Selain membangun rumah baru, pemerintah UEA juga menyiapkan rencana renovasi rumah. Rumah yang akan dibangun terletak di sekitar Utara UEA, sementara 500 buah terletak di Dubai.
" Jadi kita memastikan bahwa setelah berkeluarga selama 5 tahun mereka akan memiliki rumah pribadi," jelasnya.
" Kita juga tengah berkoordinasi dengan kementerian lain karena pembangunan rumah juga harus disertai pembangunan layanan lain dan infrastruktur," tambahnya.
Saat ini sudah dibangun sekitar 2 ribu rumah, sisanya akan terus dibangun hingga tahun 2017. Ada 4 tahap dalam pembangunan yang memiliki tujuan masing-masing.
Sebagai seorang perempuan yang berada dalam posisi strategis, Al Aboodi tidak ingin dianggap sebagai panutan, dia mengatakan bahwa dia melakukan ini karena kecintaan terhadap negaranya.
" Kami tidak berpikir tentang diri kita, kita berpikir tentang negara. Bila Anda memiliki mimpi, segala sesuatu mungkin terjadi," tandasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya