4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Rumah Termahal Di Asia Bakal Dijual (sumber: Http://www.ca.finance.yahoo.com)
Dream - Sudah menjadi rahasia umum jika para saudagar kaya memiliki tempat tinggal lebih dari satu. Namun untuk membangun rumah kedua mungkin ketiga, kota manakah yang mencari incaran para hartawan ini.
Sebuah laporan terbaru New World Wealth berjudul " The Multi-Millionaire Phenomenon: Second Home Hotspots" mengungkapkan setidaknya ada 10 kota favorit di dunia yang dijadikan lokasi rumah kedua para hartawan.
Dari daftar tersebut terungkap jika para miliarder memilih London sebagai lokasi kedua tempat tinggalnya. Kota utama Negeri Ratu Elizabeth ini menduduki puncak daftar dengan 22.300 miliarder yang menjadikannya sebagai rumah kedua. Jumlah tersebut sebagai tambahan bagi 9,700 miliarder yang tinggal di sana.
" Ini berarti bahwa selama bulan-bulan puncak liburan, London bisa menjadi rumah kedua bagi hingga 32.000 miliarder secara total," kata studi tersebut seperti dikutip Dream dari Emirate247, Jumat, 12 September 2014.
Menguntit di belakangnya adalah New York City dengan 17.400 miliarder, diikuti oleh kota-kota Asia sepertii Hong Kong (14.800 miliarder) dan Singapura (11.200 miliarder). Berada di peringkat kelima adalah satu-satunya kota muslim dunia yang menjadi rumah kedua bagi para miliarder dunia.
Dengan 8200 miliarder, Dubai jauh di depan pasar yang lebih mapan seperti Paris, Zurich, Jenewa dan Los Angeles. Posisi Dubai disusul oleh The Hamptons, Paris, Zurich, Jenewa dan Rio de Janeiro.
Selain mencari rumah kedua para miliarder, studi ini juga menemukan negara dengan properti paling mahal yang dihuni Monaco dengan harga US$ 50.400 per meter persegi (M2), diikuti London US$ 42,000 per m2, dan Hong Kong US$ 36.000 per m2.
Menariknya, sebagian besar pemilik rumah kedua di London berasal dari warga negara Cina, India, Rusia dan Timur Tengah. Sementara yang membeli rumah kedua di New York terutama dari Amerika Serikat sendiri dan sejumlah besar dari Inggris, Eropa, China, Rusia, Brasil dan India.
Namun keragaman pembeli ini tidak terlihat di Hong Kong karena mereka kebanyakan berasal dari daratan Cina. Pembeli rumah kedua di Singapura datang dari negara-negara yang dekat, seperti China dan Indonesia serta India, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Pembeli rumah kedua di Dubai terutama berasal dari kawasan Timur Tengah sendiri serta anak benua India. Bagi warga India, Dubai adalah surga investasi yang menarik.
Sebagai informasi, studi ini menggunakan sampel jutawan dengan aset bersih sebesar minimal US$ 1 juta, sementara miliarder adalah orang dengan aktiva bersih minimal US$ 10 juta.
Hingga Juni 2014, tercatat ada lebih 13 juta jutawan di dunia dan sekitar 495 ribu dari individu-individu tersebut dapat diklasifikasikan sebagai miliarder.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
