Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sudah begitu banyak pemberitaan mengenai kurangnya akses pendanaan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Namun, masih banyak yang belum membahas mengenai besarnya biaya bunga yang mereka tanggung melalui pembiayaan tersebut.
Seperti dikutip dari Gulf News, Jumat, 12 September 2014, dijelaskan alasan mengapa biaya bunga begitu tinggi? Di negara Arab, bunga pinjaman bisnis ditetapkan sebesar 21%. Jumlah pinjaman yang bisa diambil pun berdasarkan omzet usaha melalui laporan bank.
Selain bunga yang tinggi, pinjaman mahal ini pun belum tentu memenuhi kebutuhan bisnis UKM. Selain itu, keuntungan dari usaha jenis ini juga belum tetap sehingga akan sulit membayar tunggakan tepat waktu.
Inilah yang menyebabkan adanya kesenjangan yang sangat timpang antara usaha besar dengan usaha kecil. Beberapa karakteristik usaha kecil yang perlu dimengerti sehingga mendapat kesulitan dalam pembiayaan adalah pertama, pada UKM tidak adanya laporan keuangan yang diaudit. Hal ini yang menyebabkan tidak adanya pinjaman besar yang bisa membantu mengembangkan usaha jenis ini.
Kedua, tidak adanya rencana bisnis dari UKM untuk mendapatkan fasilitas kredit. Ketiga, perencanaan yang buruk dan keempat adalah tidak adanya arahan dari profesional untuk mendapatkan bantuan dana ini.
Akhirnya, pemilik UKM akan mengambil jalan pintas dengan mengambil pendanaan dari bank tetapi dengan biaya bunga yang tinggi. Hal ini karena besarnya risiko yang dinilai pihak bank.
Untuk itu, bagi pengusaha UKM yang ingin mendapatkan dana murah dengan bantuan bank maka perlu memperkecil risiko dengan menyiapkan beberapa hal seperti laporan keuangan dan rencana bisnis yang baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya