Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Meski dilanda aksi jual jelang sesi penutupan, indeks bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan jelang libur akhir pekan di zona hijau.
Tekanan terbesar pemodal kali ini berasal dari aksi jual pemodal asing yang kembali meningkat. Jelang liburan ini, nett sell asing mencapai Rp 776,36 miliar.
Tak hanya aksi jual asing, pemodal domestik juga sedikit terpengaruh koreksi indeks saham di kawasan regional. Indeks Hang Seng dan Strait Times tercatat melemah 0,27 persen dan 0,05 persen. Namun Nikkei Jepang masih bisa menguat 0,25 persen.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 12 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 10,67 poin (0,21%) ke level 5.143,71.
Penguatan IHSG kali ini ditopang kenaikan harga saham dari 157 emiten di tengah tekanan koreksi 150 emiten lainnya.
Transaksi perdagangan saham tercatat mencapai 196.318 kali dengan 42,11 miliar saham yang beralihtangan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 5 triliun.
Hampir seluruh indeks sektor saham mulai bergerak ke zona hijau. Tercatat hanya emiten industri aneka dan keuangan yang jatuh ke zona merah masing-masing 0,29 persen dan 1,01 persen.
Aksi beli pemodal lokal juga berhasil mempertahankan dua indeks saham syariah di zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,97 poin (0,58%) ke level 167,73.
Penguatan indeks ISSI disokong oleh kenaikan harga saham dari 102 emiten syariah sementara 93 lainnya terkoreksi. Transaksi perdagangan saham mencapai 29,77 miliar dengan nilai Rp 3,04 triliun.
Berbeda dengan IHSG yang sempat menyentuh zona merah, indeks ISSI justru nyaman bergerak di zona hijau. Indeks ISSi sempat mencapai level tertinggi di 168,31.
Sementara itu, jajaran saham bluechips syariah juga bergerak menguat. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan jelang akhir pekan di level 688,67 atau naik 5,36 poin (0,78%).
Sebanyak 20 emiten bluechips syariah mengakhiri perdagangan di zona hijau sementara 5 lainnya melemah.
Saham-saham bluechips syariah di sektor pertambangan kali ini mengisi daftar pencetak untung tertinggi. Emiten ITMG memimpin daftar top gainer setelah naik Rp 650, iikuti ICBP Rp 625, EXCL Rp 375, PTBA Rp 375, dan UNTR Rp 350 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya