Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ilustrasi
Dream - Nilai asuransi syariah (takaful) global diperkirakan akan mencapai US$ 20 milar pada tahun 2017. Sementara kontribusi asuransi syariah di negara Arab diproyeksikan melonjak 13 persen pada tahun ini.
Nilai asuransi syariah negara Arab mencapai sekitar US$ 8,9 miliar pada tahun ini dari sekitar US$ 7,9 miliar pada tahun 2013. Data ini disampaikan Ernst&Young dalam Global Takaful Insights 2014 yang dikutip dari Gulf News, Senin, 15 September 2014.
Laporan itu memperkirakan, pertumbuhan pasar asuransi syariah global bisa mencapai 14 persen. Pertumbuhan ini dalam rentang tahun 2013-2016 dengan nilai mencapai US$ 20 miliar pada tahun 2017.
Pasar Negara Timur Tengah dan Negara ASEAN cenderung memiliki pertumbuhan asuransi syariah. Ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi mereka dalam 5 tahun ke depan.
Wilayah Timur Tengah, Arab Saudi berkontribusi sekitar 77 persen dalam asuransi syariah. Sedangkan negara Dubai sendiri berkontribusi sekitar 15%.
Arab Saudi masih menjadi pasar utama dalam asuransi syariah. Kemudian Qatar, Oman dan negara Timur Tengah lainnya.
" Pertumbuhan yang berkelanjutan dan kuat di sektor perbankan syariah akan membantu kemajuan industri asuransi syariah. Tingkat penetrasi asuransi yang rendah, atau sekitar 2 persen, menandakan masih besarnya potensi pertumbuhan untuk produk asuransi syariah khususnya untuk asuransi keluarga dan kesehatan," ujar Direktur Senior Perbankan Syariah Pusat EY, Abid Shakeel.
Menurut laporan, di negara-negara Arab persaingan, masalah operasional, dan kurangnya sumber daya manusial berkualitas menjadi hambaran dalam mengembangkan industri ini. Untuk itu, perlunya perbaikan strategi agar pertumbuhan asuransi syariah bisa berkelanjutan. (Ism)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?