Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Membeli rumah merupakan langkah besar sesorang atau setiap keluarga. Pasalnya, pembelian rumah merupakan suatu komitmen besar dalam keuangan.
Banyak orang yang melakukan tindakan tanpa perhitungan ketika membeli rumah. Hal ini bisa dipicu karena kurangnya pengalaman atau mereka terlalu bersemangat sehingga melakukannya secara tergesa-gesa.
Untuk membeli rumah yang merupakan investasi jangka panjang, harus diambil langkah tepat. Banyak pertimbangan dalam memastikan keputusan Anda, baik secara finansial maupun pribadi. Seperti dikutip dari Gulf News, Senin, 15 September 2014, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan ketika membeli rumah.
1. Total Penerimaan Bulanan
Sebelum meminta bantuan perhitungan pinjaman oleh petugas bank, sebelum mengajukan peminjaman, Anda sudah memperkirakan berapa besar kemampuan pembayaran cicilan yang tiap bulan. Termasuk biaya premi asuransi, pemeliharaan, dan biaya lain-lain.
Perhitungannya tidak sama dengan pembayaran sewa rumah tiap bulan. Untuk itu, harus dihitung semua biaya yang dikeluarkan untuk rumah. Kemudian selaraskan dengan penerimaan bulanan.
2. Lokasi
Budget yang dimiliki mungkin membawa ke lingkungan yang belum pernah disentuh. Ketika membeli rumah di lokasi tertentu, Anda akan dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Jika tidak nyaman, justru Anda terpaksa mengeluarkan anggaran pembelian rumah kembali mendatang. Untuk itu, lingkungan sosial di lokasi rumah harus nyaman.
Harus juga diperhatikan jarak lokasi rumah dengan tempat lokasi bekerja, sekolah untuk anak-anak. Pasalnya, harus bolak balik ke tempat-tempat tersebut bertahun. Jadi jika terlalu jauh atau sulit dicapai maka akan menyulitkan ke depannya.
3. Ketidaksabaran
Anda membutuhkan waktu yang panjang untuk memilih rumah yang sesuai dengan kondisi. Namun terkadang ketika kita berurusan dengan pihak penjualan dari sebuah pengembang, Anda akan dikejar-kejar untuk mengambil keputusan segera dengan alasan rumah cepat laku terjual.
Hal ini akan mengurangi kesempatan untuk memikirkan kembali kelebihan dan kekurangan rumah yang ditawarkan. Termasuk kondisi keuangan Anda. Untuk itu, Anda harus mengabaikan desakan pihak-pihak tertentu agar bisa berpikir jernih mengenai rumah yang akan ditempati. Sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan paling tepat.
4. Nilai Jual Kembali
Jika membeli rumah untuk ditempati, pasti tidak berpikir menjual rumah itu nanti dalam waktu dekat. Namun, apa saja bisa terjadi, seperti pindah kerja, ada keperluan keluarga medesak, dan lain-lain. Untuk itu, perlu dipikirikan harga jual rumah ke depannya.
Lokasi rumah dan fasilitas yang ada akan memengaruhi harga jual rumah Anda. Misal, banyaknya kamar dan kamar mandi. Semakin mudah lokasi rumah dan semakin banyaknya fasilitas yang disediakan rumah, maka harga rumah Anda akan semakin tinggi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya