Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks bursa saham Indonesia akhirnya menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Dibuka melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menguat meski dengan kenaikan tipis.
Relatif flatnya penutupan IHSG bisa dimaklum mengingat pelaku pasar tertekan aksi jual saham investor asing. Nett sell pemodal asing mencapai Rp 570,17 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 15 September 2014, IHSG hanya naik tipis 1,18 poin (0,02%) ke level 5.144,89. Penguatan IHSG disokong kenaikan harga saham dari 143 emiten.
Transaksi jual beli saham di awal pekan ini mencapai Rp 4,54 triliun dengan 60,22 miliar saham yang beralih tangan.
Laju IHSG memang bergerak variatif seiring sentimen regional yang menahan penguatan. IHSG sempat mencapai level terendah 5.117,72, sedikit turun dari posisi pembukaan di 5.118,26.
Hingga sesi penutupan perdagangan tercatat 186 emiten yang bergerak di zona merah. Beruntung pelemahan ini tak membuat IHSG terpuruk di teritori negatif.
Saham-saham di sektor komoditas menjadi pengerek laju IHSG ke zona merah. Emiten perkebunan dan tambang masing-masing melemah 0,92 persen dan 0,68 persen.
Penutupan positif juga dialami dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menguat tipis 0,3 poin (0,18%) menuju level 168,03.
Koreksi harga saham dari 115 emiten syariah dapat ditahan oleh laju penguatan 84 saham penghuni daftar ISSI.
Pencapaian lebih baik diperoleh indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 2,91 poin (0,42%) ke level 691,59.
Sebanyak 15 emiten syariah unggulan menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Sementara 13 lainnya melemah di zona merah dan dua lainnya stagnan.
Dari kawasan Asia, laju bursa saham bergerak variatif. Di kala bursa saham Jepang tengah libur, indeks Hang Seng dan Strait Times bergerak melemah 0,97 persen dan 0,99 persen.
Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan setelah bertengger di level 11.958 per dolar AS atau terkoreksi 136 poin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya