Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia ternyata belum sukses menarik minat Google untuk merilis layanan pembayaran uang digital. Perusahaan teknologi raksasa ini bahkan menyebut belum mengetahui kapan pastinya layanan Google Wallet akan dirilis di tanah air.
" Saat ini Google Wallet masih dalam tahap uji coba dan pengembangan, bahkan di Amerika Serikat. Bukan hanya Indonesia, layanan pembayaran digital ini juga belum dirilis bahkan di Jepang," kata Amy Kunrohpanya, Head of Communication Google Indonesia saat ditemui Dream di FX Mall, Jakarta, Selasa 16 September 2014.
Amy memastikan layanan uang digitalnya ini nantinya bukan hanya bisa digunakan untuk pembayaran bisnis skala besar. Saat ini Google Wallet masih dalam proses pengembangan dan mendapat umpan balik dari para konsumen dan retailer di negeri Presiden Obama tersebut.
Sejauh ini perusahaan yang dirintis oleh Sergey Brin dan Larry Page tersebut memastikan layanan miliknya bukan hanya menyasar bisnis ecommerce saja. Proses pengembangan ini disebut Amy menjadi kesempatan bagi Google untuk mealui proses edukasi ke para pengguna internet di seluruh dunia.
" Kesiapan dan kesempatan yang luas berkat penggunaan internet nantinya akan menjadi kesiapan besar bagi pengguna layanan Google. Sekedar ilustrasi, dahulu klien pertama Google Ads merupakan pelaku bisnis skala kecil dan menengah. Hal ini membuktikan kalau kami mendukung perkembangan perusahaan start up, bukan hanya perusahaan besar dan ternama dunia," ucap Amy lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya