Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

118 Emiten Bawa Indeks Syariah Kembali Melemah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 16 September 2014 16:30
118 Emiten Bawa Indeks Syariah Kembali Melemah
Indeks ISSI dan JII yang dibuka menguat di sesi pembukaan tak kuasa menahan aksi jual investor asing.

Dream - Pelaku pasar tampaknya mulai semakin khawatir jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserves. Wacana kenaikan suku bunga acuan The Fed dikhawatirkan akan menarik dana asing dari dalam negeri.

Sinyal kekhawatiran itu setidaknya terlihat dalam enam hari perdagangan Bursa Efek Indonesia. Pemodal asing terus melakukan aksi jual saham dengan nilai cukup signifikan.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 16 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14,39 poin (0,28%) ke level 5.130,5. Padahal pada sesi pembukaan, IHSG sempat naik tipis 6,89 poin (0,13%).

Terseretnya IHSG ke zona hijau dipicu pelemahan harga saham dari 174 emiten di BEI. Penguatan harga saham dari 120 emiten tak sanggup mempertahankan laju penguatan IHSG.

Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 4,23 triliun dengan 42,31 miliar efek yang beralihtangan.

Pemodal asing kembali melakukan aksi jual saham dengan nilai mencapai sekitar Rp 515 miliar.

Meski melemah, sejumlah indeks sektor saham masih bisa bertahan di zona merah. Dua indeks saham komoditas, pertambangan dan perkebunan tercatat menguat 0,13 persen dan 0,12 persen. Begitu pula dengan saham perdagangan dan barang konsumsi.

Tekanan sentimen global dan regional juga memaksa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjun ke zona merah.

Indeks ISSI sore ini ditutup melemah 0,28 poin (0,17%) ke level 167,75. Indeks ISSI sempat menguat ke level tertinggi 168,58. Selanjutnya, ISSI lebih banyak berada di zona merah.

Sebanyak 118 emiten syariah mengalami koreksi harga saham sementara 68 lainnya bergera menguat.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencetak angka Rp 2,73 triliun dari aksi jual beli 23,41 miliar saham.

Di jajaran saham bluechips syariah, indeks JII juga bergerak melemah 0,59 poin (0,09%) ke level 691. Indeks JII sempat memberikan harapan setelah mampu bertahan di zona hijau jelang penutupan perdagangan.

Sayangnya, aksi jual pemodal di BEI membuat indeks JII ikut tersungkur ke zona merah. Tercatat 17 emiten unggulan syariah mengalami koreksi harga sementara hanya 9 emiten yang menguat.

Pelemahan indeks saham memang tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Kecuali Kospi Korea Selatan, seluruh indeks saham utama di kawasan regional bergerak melemah. Nikkei Jepang dan Hang Seng masing-masing melemah 0,23 persen dan 0,91 persen. (Ism)

Beri Komentar