Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Besarnya aksi jual pemodal asing tak mampu menggusur indeks bursa saham Indonesia ke zona merah. Sentimen isu suku bunga The Federal Reserves yang mulai melunak justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk menggelar aksi beli.
Bergairahnya bursa saham regional juga menjadi energi tambahan bagi pasar modal Indonesia untuk bertahan di zona hijau.
Pada sesi penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 17 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 57,68 poin (1,12%) ke level 5,188,18. Rebound IHSG ditopang kenaikan harga saham dari 258 emiten sementara 72 lainnya masih tertinggal di zona merah.
Aksi jual beli saham sepanjang hari ini membuat 54,97 miliar berpindahtangan dengan menciptakan perputaran uang hingga Rp 5,44 triliun. Investor asing mencatatkan nett sell senilai Rp 497,62 miliar.
Setelah kemarin bergerak lemah, IHSG kali ini bergerak atraktif dan nyaman di zona hijau. IHSG bahkan sempat hampir menyentuh level psikologis 5.200.
Sayang, sikap hati-hati investor terhadap kemungkinan terburuk dari sentimen The Fed memaksa indeks bergerak turun jelang sesi penutupan.
Emiten sektor keuangan kali ini memimpin laju penguatan IHSG setelah menguat 1,3 persen. Diikuti indeks sektor perkebunan 1,27 persen dan pertambangan 1,24 persen.
Energi positif dari regional dan nilai tukar rupiah juga ikut mengamankan laju dua indeks saham syariah di zona hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,95 poin (1,16%) je level 169,7. Indeks ISSI sempat menyentuh level tertinggi 170,03.
Terodongkraknya harga saham dari 162 emiten membuat indeks ISSI hampir mencetak penguatan 2 persen. Namun, upaya ini tertahan oleh koreksi harga saham dari 41 emiten syariah.
Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 3,9 triliun dengan 41,17 miliar saham yang berpindahtangan.
Penutupan di zona hijau juga dialami 24 saham unggulan syariah di daftar Jakarta Islamic Index (JII). Indeks JII ditutup menguat 8,08 poin (1,17%) ke level 699,08.
Diantara bursa saham utama Asia, penguatan IHSG sore ini merupakan yang tertinggi. Indeks Nikkei Jepang menjadi satu-satunya indeks saham yang bergerak melemah sebesar 0,14 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong menguntit dibelakang IHSG dengan menguat 1 persen sementara KOSPI Korea Selatan naik 0,96 persen.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah juga mulai kembali menggeliat. Kurs rupiah terhadap dolar AS sore ini menguat 8 poin (0,07%) menjadi 11.963 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya