Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Goldman Sach (Sumber: /www.huffingtonpost.com)
Dream - Debut perdana surat utang syariah (sukuk) dari lembaga keuangan konvensional Amerika Serikat (AS) mengukir sejarah baru. Goldman Sach dilaporkan berhasil mengumpulkan dana hingga US$ 500 juta.
Target dana sukuk Goldman Sach tersebut sebetulnya masih bisa meningkat. Alasannya, total peminat sukuk Goldman Sach mencapai tiga kali lipat atau sekitar US$ 1,5 miliar.
Mengutip laporan CNBC, Rabu, 17 September 2014, Goldman Sach menjadi lembaga keuangan konvensional pertama asal AS yang menebitkan surat utang dengan prinsip syariah. Meski baru, investor justru berbondong-bondong membeli sukuk tersebut.
Tingginya peminat sukuk Goldman Sach bertenor lima tahun ini menunjukan besarnya permintaan investor syariah terhadap produk-produk baru.
Goldman Sach sebetulnya pernah mencoba mengeluarkan sukuk perdananya pada 2011. Kala itu, perusahaan keuangan AS ini mendaftrkan program sukuk bernilai US$ 2 miliar dengan menggandeng Bursa Saham Irlandia.
Sayangnya, rencana tersebut gagal terlaksana karena sukuk yang dikeluarkan dianggap melanggar prinsip-prinsip keuangan syariah.
Meski membantah tudingan tersebut, Goldman Sach tak kunjung mengeluarkan surat utang tersebut sampai pada 2011.
Kali ini, Goldman Sach telah menyesuaikan struktur sukuknya dan menyasar lembaga keuangan Timur Tengah sebagai investornya.
" Saya pikir mereka telah bekerja keras untuk menjawab isu-isu yang ditujukan sejumlah kalangan pada penerbitan sebelumnya," kata Chief Executive dari lembaga keuangan Timur Tengah, Mashreq Capital (DIFC).
Bertindak selaku penjamin emisi dari penerbitan ini adalah Abu Dhabi Islamic Bank, Emirates NBD, National Bank of Abu Dhabi, Qatar's QInvest dan perusahaan investasi dari Arab saudi National Commercial Bank.
Goldman Sach hanya menggelar sukuk di negara-negara Timur Tengah. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?