Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Membanjirnya sentimen positif dari global dan regional membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh rekor baru. Aksi beli pemodal asing bahkan sempat membawa IHSG menyentuh level 5.250 untuk pertama kalinya.
Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 19 September 2014, IHSG menguat 19,44 poin (0,37%) ke level 5.227,58. Menguatnya harga saham dari 181 emiten membuat IHSG kembali mempertahankan lajunya di zona hijau.
Sebagian besar sektor saham melaju di zona hijau pada perdagangan jelang akhir pekan ini. Emiten perbankan kembali memimpin penguatan indeks dengan menguat 0,93 persen.
Sebaliknya, sektor barang konsumsi dan industri aneka justru menahan laju kenaikan IHSG dengan melemah 0,36 persen dan 0,26 persen.
Hingga sesi paska penutupan, transaksi perdagangan saham melibatkan 51,54 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 6,9 triliun.
Pemodal asing yang delapan hari terakhir aktif menjual saham kini telah berbalik dengan mencatat nett buy Rp 216,94 miliar.
Di saat IHSG bergerak nyaman di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) justru harus berjuang keras keluar dari zona merah.
Dibuka menguat di level 170,14, Indeks ISSI justru sempat terseok ke zona merah dan mencapai level terendah 169,74. Beruntung aksi beli jelang sesi penutupan membuat ISSI kembali masuk zona merah.
Indeks ISSI sore ini ditutup menguat 0,55 poin (0,32%) ke level 170,5. Penguatan dibantu kenaikan harga saham dari 108 emiten syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah tercatat Rp 4,55 triliun dengan 36,26 miliar saham yang beralihtangan.
Koreksi juga sempat dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Meski ditutup menguat 1,99 poin (0,28%) ke level 704,71, indeks JII sempat terpuruk ke zona merah di level terendah 701,48.
Koreksi harga saham unggulan syariah dialami tak kurang dari 12 emiten JII. Sisanya 14 emiten JII mencatat kenaikan harga dan 4 lainnya stagnan.
Pergerakan IHSG jelang libur akhir pekan ini tampaknya nyaman di zona hijau. Adanya kepastian dari The Fed serta positifnya bursa Eropa membuat pelaku pasar percaya diri untuk kembali masuk pasar.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong bergerak menguat masing-masing 1,58 persen dan 0,3 persen. Seluruh indeks saham utama di kawasan ini bergerak menguat.
Di pasar keuangan, kurs rupiah juga kembali menggeliat setelah menguat 35 poin (0,29%) menjadi 11.947 per dolar AS. Sebelumnya rupiah sempat terpuruk ke level 12.000 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya