Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia kembali masuk zona merah usai tertekan aksi ambil untung para pelaku pasar. Tren naik jangka pendek pekan lalu kini dimanfaatkan pelaku pelaku untuk sedikit menarik untung.
Pembukaan di zona merah ini terjadi di tengah bursa saham regional yang juga kembali tertekan. Hanya Indeks Strait Times Singapura yang masih bertahan di zona hijau dengan menguat 0,03 persen.
Pada pra-pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 22 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 8,25 poin (0,16%) ke level 5.219,32. Pelemahan IHSG berlanjut di sesi pembukaan dengan pelemahan 9,67 poin (0,19%) ke level 5.217,9.
Pelemahan IHSG dipicu koreksi harga saham dari 24 emiten ditengah penguatan 10 emiten lainnya. Total transaksi perdagangan di awal sesi ini melibatkan 63,4 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 26,44 miliar.
Di tengah aksi ambil untung pemodal lokal, para investor asing justru terlihat masih mencoba membeli saham-saham di BEI. Asing mengawali perdagangan awal pekan dengan nett buy Rp 4,16 miliar.
Emiten-emiten tambang menjadi satu-satunya sektor saham yang bergerak di zona hijau pagi ini. Sebagian besar indeks sektor saham melemah ke zona hijau dipimpin emiten industri aneka yang turun 1,1 persen dan perkebunan 0,54 persen.
Melemahnya laju pasar modal Indonesia juga dirasakan dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka melemah 0,4 poin (0,24%) ke level 170,09. ISSI juga kembali melemah di sesi pembukaan dengan turun 0,47 poin (0,28%) ke lebel 170,02.
ISSI terseret pelemahan harga saham 20 emiten meski ada 7 emiten lainnya yang bergerak di zona hijau.
Transaksi prdagangan indeks ISSI melibatkan 49,85 juta saham dengan nilai Rp 15,09 miliar.
Kondisi yang sama dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 2,05 poin (0,29%) ke level 702,65. Indeks JII kembali melemah 2,39 poin (0,34%) ke level 702,31 di sesi pembukaan.
Research Analyst Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada dalam ulasannya memperkirakan bursa saham Indonesia masih bisa melanjutkan laju kenaikannya jika masih ada sentimen positif.
Namun, kata Reza, kenaikan IHSG bisa batal terjadi jika BEI terkena aksi ambil untung para pemodal. Sentimen negatif pelemahan rupiah juga bisa menjadi pemicu pelemahan indeks.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya