Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kehancuran Gedung-gedung Di Jalur Gaza
Dream - Perlahan-lahan Gaza kembali bangkit usai tercapainya gencatan bersenjata Israel dan Palestina. Upaya menghidupkan kembali Gaza sedikit lebih ringan setelah pemerintah pemerintah Arab Saudi menjanjikan bantuan US$ 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun untuk membangun kembali Gaza.
Sumbangan tersebut cukup berarti mengingat perhitungan Otoritas Palestina memperkirakan kebutuhan biaya pembangunan kembali Gaza kemungkinan mencapai US$ 4 miliar (Rp 48,04 triliun) dan memakan waktu selama tiga tahun.
Komitmen Arab Saudi itu muncul menjelang konferensi di Kairo pada 12 Oktober mendatang yang mempertemukan negara-negara donor seperti Turki, Qatar, Uni Eropa dan Amerika Serikat dalam usaha membantu rekonstruksi Gaza.
" Arab Saudi berjanji US$ 500 juta," kata Perdana Menteri Palestina Rami Al-Hamdallah seperti dikutip laman Zawya, Minggu, 21 September 2014. Dia berharap dana lebih lanjut bisa menutupi biaya total rekonstruksi tepat pada waktunya.
Diperkirakan 18 ribu rumah hancur selama perang tujuh minggu yang berakhir Agustus, sementara lebih 40 ribu lainnya mengalami kerusakan parah.
Infrastruktur utama seperti jalan, jembatan dan pabrik pengolahan air rusak berat. Sementara pembangkit listrik satu-satunya di Gaza akan dibangun kembali seluruhnya. Puluhan pabrik di pinggiran daerah pemukiman juga menjadi korban pemboman artileri Israel.
Hamdallah menjelaskan, biaya pembangunan kembali wilayah yang menjadi rumah bagi 1,8 juta orang berkisar antara US$ 3 miliar sampai US$ 7,8 miliar.
Dengan begitu banyak rumah yang hancur, termasuk tiga gedung pencakar langit 14 lantai, para ahli ekonomi memperkirakan Gaza akan membutuhkan 10.000 ton semen per hari selama enam bulan ke depan untuk membangunnya kembali.
Utusan PBB untuk Timur Tengah Robert Serry mengatakan pekan ini ia telah menjadi penengah dalam kesepakatan antara Hamas dan Israel yang memungkinkan Otoritas Palestina memimpin rekonstruksi.
Hamas dan Fatah, yang memimpin Otoritas Palestina, sepakat untuk membentuk " pemerintah bersatu" pada April lalu. Sayangnya, upaya untuk merealisasikan perjanjian itu sejauh ini masih menemui kegagalan. Meski ada sedikit kemajuan terkait nasib pemerintah bersatu, negara-negara donor cenderung enggan menggelontarkan dananya ke Gaza.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya