Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasar Modal Timur Tengah
Dream - Uni Emirat Arab (EUA) pelan-pelan mulai mewujudkan misinya menjadi pusat ekonomi syariah di kawasan Timur Tengah. Dalam waktu dekat, pemerintah UEA melalui otoritas pasar modal dan komoditas (Securities and Commodities Authority/SCA) akan mengeluarkan aturan baru di bidang keuangan.
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai langkah UEA ini kemungkinan bisa menarik emiten dari Qatar, Oman dan Kuwait. Pada akhirnya, UEA bisa menjadi pusat regional bagi obligasi dan penerbitan sukuk oleh korporat yang lebih kecil.
Mengutip laman Zawya, Senin, 22 September 2014, Fitch menilai jika implementasi aturan itu berhasil di antara perusahaan UEA, emiten dari Qatar, Oman dan Kuwait kemungkinan tertarik mendiversifikasi dan memperpanjang durasi pembiayaanya.
Korporasi di UAE dan negara-negara Teluk lainnya sebagian besar bergantung pada pinjaman bank jangka pendek untuk pembiayaan bisnisnya. Penerbitan obligasi mata uang lokal saat ini masih terbatas dan terbatas ada korporat blue chip yang mampu menerbitkan obligasi di pasar internasional.
Aturan baru dari SCA kali ini mencoba membuka pasar obligasi dan sukuk bagi emiten kecil dengan memotong besaran minimum menjadi 10 juta, turun dari sebelumnya 50 juta dirham. SCA juga berencana mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk meninjau dan menyetujui aplikasi penerbitan sampai lima hari, sedangkan private placement obligasi tidak terdaftar di bursa efek UEA tidak perlu persetujuan SCA.
Penerbit obligasi dan sukuk sekarang hanya perlu membuat laporan keuangan setiap tahun, bukan tiga bulan. Relaksasi persyaratan pelaporan akan membuat proses lebih efisien tetapi mengurangi informasi yang tersedia bagi investor.
Namun, efektivitas aturan baru, yang tidak berlaku untuk badan-badan pemerintah atau perusahaan milik negara, akan tergantung pada keberhasilan pelaksanaan dan membangun track record di segmen ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya