Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Aksi jual pelaku pasar serta jatuhnya bursa saham regional ke zona merah membuat pasar modal Indonesia tak berkutik dari zona merah. Sempat menembus zona hijau, indeks tak mampu menahan tekanan negatif pasar.
Langkah pemodal asing yang kembali berburu saham di Bursa Efek Indonesia juga tak sanggup menahan tekanan negatif pasar. Terlebih lagi, asing hanya membelanjakan uang sekitar Rp 30,04 miliar.
Pada penutupan perdagangan BEI, Senin, 22 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpeleset 7,77 poin (0,15%) ke level 5.219,8. Sebanyak 186 emiten di BEI menarik IHSG masuk zona merah.
Transaksi perdagangan saham di awal pekan ini terbilang masih minim. Perputaran uang di BEI kali ini hanya mencetak angka Rp 4,26 triliun.
Sebagian besar indeks sektor saham bergerak di zona merah dipimpin emiten-emiten sektor infrastruktur yang turun 0,86 persen, diikuti properti 0,83 persen dan perdagangan 0,82 persen.
Sebaliknya, emiten sektor perbankan dan konsumer mampu menahan laju IHSG melemah lebih dalam. Kedua sektor saham ini menguat 0,58 persen.
Laju IHSG memang kurang meyakinkan sejak awal perdagangan. Sentimen koreksi indeks Dow Jones yang berimbas pada bursa saham Asia membuat IHSG bergerak kurang nyaman. Pelaku pasar juga memanfaatkan isu pelemahan rupiah untuk melakukan aksi ambil untung.
Beruntung IHSG sempat menyentuh zona hijau dengan mencetak level tertinggi di 5.228,9. Upaya rebound di menit-menit akhir perdagangan tak mampu membuat IHSG kembali ke zona positif.
Nasib kurang beruntung justru dialami Indeks Saham Syariah Indonesi (ISSI) yang tak mampu keluar dari zona merah. Tak masuknya saham-saham perbankan dalam Daftar Efek Syariah (DES) membuat ISSI tak punya tenaga untuk bergerak menguat.
Indeks ISSI sore ini ditutup melemah 0,56 poin (0,33%) ke level 169,93. ISSI terseret pelemahan harga saham ISSI dari 115 emiten. Kenaikan harga saham dari 74 emiten ISSI tak mampu membawa indeks ini masuk zona merah sedikitpun.
Transaksi perdagangan saham syariah melibatkan 26,59 miliar saham dengan nilai Rp 2,75 triliun.
Di pihak lain, indeks saham bluechips syariah yang juga ditutup melemah justru sempat bergerak menguat. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 2,29 poin (0,33%) ke level 702,42.
Naiknya harga saham dari 8 emiten bluechips syariah tak mampu menghadang koreksi yang dialami 19 emiten pengisi daftar JII.
Dari kawasan regional, pelemahan IHSG masih lebih baik dibandingkan bursa saham China yang terpuruk cukup dalam. Sore ini Hang Seng dan Shanghai Composite melemah masing-masing 1,44 persen dan 1,7 persen.
Pelemahan juga dialam indeks Nikkei dan Strait Times masing-masing 0,71 persen dan 0,16 persen.
Nilai tukar rupiah sore ini relatif bergerak flat dengan naik tipis 1 poin ke level 11.959 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya