Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ekonomi Melambat, Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat

Reporter : Ramdania
Selasa, 23 September 2014 21:00
Ekonomi Melambat, Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat
Indonesia kini menduduki peringkat 12 dalam laporan perkembangan keuangan syariah tahun 2014. Apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi?

Dream - Terlemparnya Indonesia dari posisi 10 besar dalam Laporan Islamic Finance Development 2014 memang sudah diperkirakan sebelumnya. Hal ini disebabkan melambatnya perekonomian secara keseluruhan di tanah air.

Pengamat ekonomi syariah Muhammad Gunawan Yasni menilai saat ini industri keuangan syariah di Indonesia memang sedang jalan di tempat. Pasalnya, tidak terjadi ekspansi dalam industri ini.

" Saya lihat di perbankan syariah mengalami perlambatan seperti bank konvensional karena tidak ada ekspansi," ujarnya kepada dream.co.id, Selasa, 23 September 2014.

Menurut Gunawan, perlambatan tersebut disebabkan kondisi politik dan berbagai kebijakan ekonomi yang belum jelas sejak tahun 2013.

" Masalah di Indonesia karena kondisi politik, lalu kebijakan ekonomi seperti kenaikan harga BBM. Baru isu saja kan sudah menaikkan harga barang lainnya. Jadi orang-orang masih wait and see, belum mau ekspansi," jelasnya.

Akibatnya, lanjut Gunawan, baik bank konvensional maupun bank syariah mengalami kesulitan menarik dana nasabah, apalagi untuk bank syariah yang harus bersaing dengan konvensional.

" Sekarang mengarah ke krisis likuiditas. Hal ini terlihat dari tren NPL di bank konvensional dan NPF di bank syariah yang naik, lalu untuk menarik dananya diperlukan iming-iming kemudahan kredit atau bagi hasil," ujarnya.

" Kemudian, nasabah kelas satu pun ditangkap oleh bank-bank konvensional, terutama yang BUMN. Ini yang membuat bank syariah semakin tertinggal," tambahnya.

Perlambatan perekonomian Indonesia yang menyebabkan melambatnya pertumbuhan industri keuangan syariah ini setidaknya berpengaruh juga dengan pertumbuhan industri keuangan syariah di tingkart regional sepeerti Asia Tenggara.

" Indonesia kan pangsa pasarnya besar untuk Asia Tenggara," paparnya.

Untuk itu, suatu hal yang wajar jika penilaian industri keuangan syariah tahun 2014 ini, Indonesia mengalami penurunan. Pada Laporan Islamic Finance Development 2014, Indonesia berada pada peringkat 12.

Beri Komentar