Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Bursa saham Indonesia akhirnya menyentuh zona hijau pertamanya di pekan keempat September 2014. Penguatan ini terjadi di tengah gerak bursa regional yang variatif.
Kembalinya pemodal lokal ke lantai bursa membawa indeks bursa saham kembali ke zona hijau. Penguatan ini tertahan dengan tingkah pemodal asing yang kembali melakukan aksi jual saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 25 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 27,37 poin (0,53%) ke level 5.201,37.
Indeks yang sebelumnya lebih banyak terpuruk di zona hijau meski menguat di sesi pembukaan, kini berhasil bertahan di teritori positif. Kenaikan harga saham dari 187 emiten telah mampu mengangkat IHSG ke zona hijau.
Hingga sesi penutupan, volume transaksi perdagangan saham kali ini mencapai 50,62 miliar saham dengan perputaran uang menembus Rp 5,09 triliun.
Pemodal asing lagi-lagi melakukan aksi jual saham dengan membukukan nilai Rp 553,07 miliar. Aksi jual ini lebih tinggi dari perdagangan kemarin yang mencapai Rp 440 miliar.
Di kala sebagian besar sektor saham menguat, indeks saham sektor industri dasar dan industri aneka justru melemah masing-masing 0,13 persen dan 0,18 persen.
Laju IHSG sepanjang hari ini cukup nyaman bergerak di zona hijau. Meski sempat beberapa kali tertekan, IHSG masih mampu bertahan di zona hijau. Bahkan jelang sesi penutupan, IHSG juga sempat tertekan hebat.
Penutupan di zona positif pun melanda indeks saham syariah di lantai bursa Indonesia. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 0,69 poin (0,41%) ke level 168,78.
Naiknya harga saham dari 119 emiten syariah mampu menahan tekanan pasar jelang sesi penutupan perdagangan. Sementara 81 emiten lain bergerak melemah dan 46 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencatat angka Rp 3,24 triliun.
Berbeda dengan ISSI yang nyaman di zona hijau, indeks Jakarta Islamic Index (JII) justru sempat terpeleset ke wilayah negatif. Indeks JII ditutup melemah 2,46 poin (0,36%) ke level 694,99. Sebanyak 20 emiten bluechips syariah melaju di zona hijau.
Emiten pengisi daftar ISSI yang mencetak untung tertinggi kali ini dihuni oleh emiten perkebunan Astra, AALI, yang naik Rp 325 ke level Rp 23.500 per saham.
Top gainer lainnya adalah EXCL yang menguat Rp 100, ESSA Rp 75, BAYU Rp 70, dan BSDE Rp 65 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya