Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seluruh indeks saham jatuh bebas ke zona hijau setelah kemarin ditutup menguat. Sentimen negatif dari Wall Street dan bursa regional membuat pasar modal Indonesia ikut tergeser ke zona merah.
Aksi ambil untung pelaku pasar jelang libur akhir pekan ini turut memicu pelemahan indeks.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 25 September 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 58,34 poin (1,12%) ke level 5.143,03.
Pelemahan semakin dalam terjadi di sesi pembukaan setelah IHSG kembali terkoreksi 66,42 poin (1,28%) ke lebel 5.134,95 pada sesi pembukaan.
Di awal sesi pagi ini, tercatat hanya 1 emiten saham yang bergerak ke zona hijau. Pelemahan harga saham dari 44 emiten sudah cukup membuat IHSG terpuruk.
Transaksi perdagangan saham terbilang cukup aktif setelah lantai bursa melakukan aksi jual beli terhadap 172,9 juta saham dengan nilai Rp 76,05 miliar.
Hingga 5 menit perdagangan saham, laju indeks saham masih terjun bebas ke zona merah. Pemodal asing masih terus melakuan aksi jual saham hingga Rp 136,82 miliar.
Koreksi tajam juga terjadi di jajaran saham-saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah 1,67 poin (0,99%) ke level 167,11.
Sama dengan IHSG, indeks ISSI juga kembali terkoreksi di sesi pembukaan dengan melemah 1,99 poin (1,18%) ke level 166,78
Tak ada satupun saham syariah di daftar ISSI yang bergerak menguat. Sementara 36 emiten ISSI jatuh ke zona merah.
Koreksi tajam juga dialami indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 9,64 poin (1,39%) ke level 685,35. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 51,92 miliar dari aksi jual beli 112,34 juta saham.
JII juga kembali melemah 11,29 poin (1,62%) ke level 683,70 di sesi pembukaan.
Pada penutupan perdagangan kemarin, indeks Dow Jones terkoreksi cukup dalam hingga 1,54 persen ke level 16.945,8. Dua indeks Wall Street lainnya yaitu Nasdaq dan S&P 500 juta melemah masing-masing 1,94 persen dan 1,62 persen.
Dari kawasan Asia, seluruh indeks saham menjalani perdagangan di zona merah. Nikkei dan Hang Seng saat ini telah terkoreksi masing-masing 1,24 persen dan 0,66 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya