Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Sekitar 11 ribu perusahaan di Arab Saudi terpaksa gulung tikar menyusul pelaksanaan program Nitaqat atau 'Saudisasi pekerja'. Program Nitaqat yang bertujuan untuk memasukkan para warga Saudi di perusahaan swasta, dengan batasan gaji tertentu.
Hal ini untuk membatasi pekerja asing yang menjadi tenaga kerja di sektor swasta. Data ini dirilis dari hasil studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dikutip dari Alarabiya.net, Jumat 26 September 2014.
Menurut penelitian MIT, penutupan ini berlangsung selama 16 bulan sejak program Nitaqat pertama kali dijalankan pada tahun 2011 lalu. Disebutkan pula, selama program Nitaqat berjalan, 96 ribu orang Saudi telah bekerja di sektor swasta.
Sementara itu, Tayseer Al-Mufarrij, Direktur Pusat Informasi Kementerian Tenaga Kerja, mengatakan pengusaha tidak dapat mengurangi gaji pekerja selama periode pelatihannya.
Program Nitaqat telah menentukan gaji minimum bagi karyawan Saudi laki-laki atau perempuan sebesar 3,000 riyal (US$ 800). Tergantung dari persentase orang Saudi yang bekerja di perusahaan.
Jadi, seorang pegawai Saudi yang gajinya kurang dari 3,000 riyal tidak dihitung sebagai salah satu Saudi, yang mewakili persentase orang Saudi dalam perusahaan. Kondisi ini dipicu banyaknya warga ASEAN yang masuk di sektor-sektor swasta Saudi, dengan gaji yang lebih rendah.
Beberapa perempuan Saudi di sejumlah perusahaan di Jubail telah mengajukan keluhan terhadap majikan mereka atas pemotongan gaji selama pelatihan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya