Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Keisha Ritzska Salsabila/Dream
Dream - PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo melakukan perluasan pangsa pasar dengan menerapkan pola bisnis baru.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo, Didit Mehta Pariadi. Selama lima tahun ke depan, Asuransi Jasindo akan melakukan transformasi.
" Mulai tahun 2019 ini sampai dengan lima tahun ke depan, Jasindo akan melakukan transformasi yang digambarkan dalam rencana jangka panjang, lima tahunan, kami sudah susun," ungkap Didit saat media gathering Asuransi Jasindo di Hotel Harris, Bogor, Jumat 22 November 2019.
Asuransi Jasindo menerapkan pola bisnis baru dari yang sebelumnya bersifat Product Oriented menjadi Customer Oriented. Menurut Didit, perubahan ini akan mengubah struktur organisasi Asuransi Jasindo.

" Ini membutuhkan perubahan potensi yang tidak sedikit. Jadi di tahun pertama harus mengocok ulang segala macam posisi, apalagi banyak jurusan yang dulunya product focus menjadi customer focus," ujarnya.
Dengan pola bisnis ini, diharapkan Asuransi Jasindo dapat memimpin pasar dengan hasil yang maksimal pada tahun ke depannya. Namun, perubahan ini tidak serta merta mengubah pangsa pasar Asuransi Jasindo. Justru, diharapkan perusahaan yang memercayakan asuransinya akan melirik layanan Asuransi Jasindo lainnya.
Di tahun mendatang, Asuransi Jasindo berencana memasarkan produk baru. Yaitu cyber insurance, produk segmen milenials, produk di bidang pertanian asuransi kopi dan bawang, di bidang peternakan asuransi kambing dan domba dan di bidang kesehatan asuransi kesehatan individu.
Asuransi Jasindo juga menggandeng perusahaan financial technology (fintech) untuk perluasan pangsa pasar ini. Hal tersebut dilakukan guna mendukung penetrasi ke masyarakat dengan jangkauan lebih luas.

" Kita melihat dunia ini makin digital, kita kenal sebagai industri 4.0. Nasabahnya juga sudah mulai dominan dari tahun ke tahun. Mereka inginnya tidak berhubungan dengan manusia tapi melalui tablet. Kalau bisa tidak usah tanya tapi mencari, menemukan, melihat, langsung memilih dari apa yang sudah tersedia," ucapnya.
Kolaborasi ini juga tak luput dengan adanya peran generasi milenial dalam fenomena digital yang mendominasi pasar. Kolaborasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan, baik belanja modal, infrastruktur, maupun biaya operasional lainnya.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya