Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesawat Tengah Berhenti Di Bandara (www.aspireaviation.com)
Dream - Dunia aviasi global tak membantah jika industri penerbangan Indonesia tengah tumbuh melesat dalam beberapa tahun terakhir. Maskapai penerbangan murah terus menjamur untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen.
Meski otoritas terkait tengah menginvestigasi kecelakaan AirAsia QZ8501, insiden ini diyakini takkan mengganggu outlook industri aviasi Indonesia dan Asia Tenggara.
" Indonesia adalah salah satu negara terdepan dimana transportasi udara sedang mengalami masa puncaknya" ujar Head of Aerospace and Defence dari Frost & Sullivan Asia Pasific, Subhranshu Sekhar seperti dikutip Dream dari laman channelnewsasia.com, Selasa, 13 Januari 2015.
Menurut Sekhar, bertambahnya pemasukan penduduk serta pertumbuhan domestik, bakal membuat industri penerbangan Indonesia berkembang. Peran maskapai penerbangan murah pun semakin penting.
Frost & Sullivan memperkirakan tingkat penetrasi industri maskapai penerbangan murah akan tumbuh antara 28-29 persen.
" Jadi saya tak melihat akan adanya penurunan dalam bisnis penerbangan murah akibat kecelakaan ini," kata dia.
Meski masih optimistis, para analis mengatakan kecelakaan AirAsia menjadi pengingat bagi sejumlah negara dan maskapai untuk mengecek ulang kebijakan dan protokol keselamatannya.
Shukor Yusof, analis dari Endau Analytics mengatakan: " Apa yang terjadi membuat kita melakukan introspeksi kemana arah industri penerbangan ini menuju."
Yusof berpandangan, industri penerbangan saat ini kemungkinan tumbuh terlalu cepat dan luas. Akibatnya, beberapa pemerintah dan otoritas di ASEAN harus kembali duduk dan meninjak ulang cara mereka dalam menyiapkan infrastruktur serta menegakkan kebijakan aturan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya