Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks bursa saham Indonesia kembali longsor. Menghilangnya aksi beli investor menyambut sentimen regional yang kurang bersahabat, membuat pasar modal nasional tak bisa bertahan di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 12 Januari 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 28,732 poin (0,55%) ke level 5.187,93. IHSG akhirnya kembali longsor dari zona 5.200.
Sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi 5.220,24, pelaku pasar mentransaksikan 67,98 miliar saham. Aksi jual beli ini melibatkan dana hingga Rp 5,47 triliun.
Investor asing yang pekan lalu sempat berburu saham, mulai kembali melepas portofolionya. Asing membukukan nett sell sekitar Rp 183,71 miliar.
Meski melemah, lantai bursa masih menyisakan 107 emiten di zona positif. Namun, jumlah emiten yang mencetak koreksi masih mendominasi sebayak 185 emiten. Sisanya, 102 emiten bergerak stagnan dan 298 lainnya sama sekali tak disentuh pelaku pasar.
Emiten barang konsumsi memimpin pelemahan IHSG usai terkoreksi 1,70 persen. Pelemahan cukup besar juga dicetak emiten keuangan yang turun 1,00 persen dan manufaktur 0,75 persen.
BEI hanya menyisakan dua indeks sektoral di zona hijau yang dicetak emiten industri dasar dengan kenaikan 0,59 persen dan perdagangan 0,55 persen.
Sentimen negatif regional dan aksi jual pemodal juga melengserkan dua indeks saham syariah di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini menutup perdagangan dengan melemah 0,780 poin (0,46%) ke level 167,11. ISSI sebetulnya sempat memberikan harapan usai bergerak menguat tipis.
Sepanjang perdagangan, ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 168,09 dan terendah 167,10.
Tercatat 33,87 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar. Aksi jual beli ini membuat pasar modal dibanjiri dana halal hingga Rp 1,93 triliun.
Aksi beli saham pada 60 emiten syariah telah mengangkatnya bertahan di zona hijau. Sebaliknya, pemodal melepas 124 emiten penghuni ISSI yang membuatnya mencetak koreksi harga saham.
Di jajaran saham keping biru syariah, sebanyak 20 emiten mengalami pelemahan harga saham. Jumlah ini cukup membuat Jakarta Islamic Index (JII) lengser ke zona merah.
Indeks JII sore ini menutup perdagangan dengan melemah 5,171 poin (0,75%) ke level 683,77. Pelemahan ini masih bisa menyisakan 8 emiten unggulan syariah di zona hijau.
Dari kawasan regional, Indeks Hang Seng mampu mempertahankan laju positifnya hingga sesi penutupan. Meski sempat melemah, Hang Seng ditutup menguat 0,45 persen.
Penguatan zona dicetak indeks Strait Times Sinagpura yang naik 0,19 persen usai dibuka melemah di awal perdagangan.
Kondisi berbeda terjadi di pasar keuangan. Rupiah yang sepekan kemarin mengalami tekanan, kini justru bergerak naik. Melemahnya dolar AS membuat rupish menguat 37 poin (0,29%) menjadi 12.593 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?