Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tenaga Kerja Wanita Di Arab Saudi
Dream - Warga Arab Saudi mulai jengkel dengan permintaan Indonesia terkait syarat pencabutan larangan ekspor tenaga kerja Indonesia. Salah satu yang terkena sasaran adalah kalangan politisi di Tanah Air.
Mengutip laman Arabnews, Minggu, 11 Januari 2014, pengamat bisnis dari Arab Saudi, Badr Almotawa, menilai sejumlah partai politik di Indonesia ingin mengeksploitasi situasi dengan mengangkat isu Hak Asasi Manusia (HAM).
Lebih jauh, Badr menilai negara-negara pengekspor tenaga kerja telah mengeksploitasi keluarga di Saudi dengan minta kenaikan gaji. Kondisi makin berat karena biaya perekrutan yang semakin mahal.
Dari pengamatan Badr, para pengguna tenaga kerja asing sebetulnya tak semua berasal dari kalangan keluarga kaya.
" Mereka adalah guru atau pegawai negeri," katanya.
Lebih memprihatikan lagi, keluarga di Yordania dan Lebanon umumnya mempekerjakan pembantu dengan gaji yang lebih rendah dibandingkan dengan Arab Saudi.
Perekrutan pekerja dari negara lain diakui Badr memang diperlukan keluarga Saudi untuk memenuhi kekurangan dan menghindari eksploitasi.
Yahiya Al-Maqbul, kepala komite perekrutan di Jeddah, juga mendukung ide tersebut. Yahiya menandaskan Kementerian Tenaga Kerja berencana menandatangani perjanjian dengan empat negara baru untuk memecahkan krisis tenaga kerja di negara ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya