JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi Maskapai Penerbangan
Dream - Langit Asia masih akan penuh dengan hilir mudik pesawat. Maskapai-maskapai di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah terbukti telah mencatatkan pertumbuhan penerbangan paling signifikan pada sepanjang November 2014.
Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IATA) melaporkan pasar global menunjukkan permintaan penerbangan yang dihitung dalam freight tone kilometers (FTK) di kawasan ini naik 4,2 persen dibanding November 2013. Sementara kapasitasnya tumbuh 3,3 persen dari bulan November tahun sebelumnya. Dibanding Oktober 2014, permintaan penerbangan meluas 0,8 persen.
Dari pertumbuhan itu, kinerja paling signifikan diraih oleh maskapai-maskapai di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Kenaikannya mencapai 5,9 persen dan 12,9 persen. Maskapai di kedua wilayah tersebut mendominasi peningkatan global hingga 93 persen.
Operator di Asia Pasifik bahkan menyumbang 55 persen dari total pertumbuhan year-on-year (dengan pangsa pasar 39,7 persen). Sedangkan penerbangan di kawasan Timur Tengah menyumbang lebih 38 persen (dengan pangsa pasar dari 13,3 persen).
Sebuah perkembangan positif jelang akhir 2014 ini bisa menjadi pertanda baik untuk pasar penerbangan di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Selain arus penumpang, pertumbuhan angkutan barang lewat udara juga meningkat signifikan. Pertumbuhan kargo udara yang stagnan dari tahun 2011, berangsur mulai pulih. Perdagangan lintas batas muncul selama paruh kedua 2014 sehingga memiliki dampak positif pada volume kargo udara.
" Lebih banyak barang yang diperdagangkan secara internasional hingga mendorong pertumbuhan angkutan udara. Sudah jelas pada bulan November bahwa sebagian besar pertumbuhan tersebut disumbang oleh operator di wilayah Asia Pasifik dan Timur Tengah," kata Tony Tyler, CEO dan Direktur Jenderal IATA seperti dikutip dari laman Emirates247, Senin, 12 Januari 2015.
Namun demikian, lanjut Tyler, optimisme tersebut terganggu oleh banyaknya risiko makro-ekonomi dan politik yang terus mempengaruhi arus perdagangan.
" Memasuki 2015, industri kargo udara didorong oleh tren pertumbuhan yang solid. Pengirim punya pilihan dalam moda transportasi dan, seperti pelanggan di mana-mana, nilai permintaannya semakin besar. Untuk mengaktifkan pertumbuhan menjadi berkelanjutan dengan profitabilitas kuat, industri kargo udara menghadapi tantangan untuk berinvestasi fasilitas dan proses yang lebih berkualitas dan efisien sehingga menjadi pemenang di antara pesaingnya," kata Tyler. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
