Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Kompak Melemah Pada Senin 6 Mei 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak tiarap di perdagangan haria pertama Ramadan 2019. Pelemahan indeks syariah berbarengan dengan depresiasi rupiah pada Senin, 6 Mei 2019.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, transaksi perdagangan saham selama bulan puasa memang relatif lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Tahun ini kondisinya agak sedikit berat. Investor harus menghadapi sentimen aksi jual asing di tengah data rilis ekonomi RI yang mencatat pertumbuhan kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen.
Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,359 poin (0,73%) ke level 183,658. ISSI tiarap seharian setelah dibuka melemah di level 183,114 pada sesi pra-pembukaan.
Memasuki sesi perdagangan, tak ada tanda-tanda ISSI akan menembus zona positif. ISSI meski bergerak dalam tren naik, tapi bisa keluar dari teritori merahnya. ISSI malah sempat terperosok ke level terendah 181,562.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup melemah 3,948 poin (0,58%) ke level 671,143. Sementara Indeks JII70 turun 1,696 poin (0,75%) ke level 223,109.
Tanpa sentimen positif yang cukup kuat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tak bsia bertahan dari tekanan jual. IHSG menutup perdagangan awal Ramadan dengan koreksi 63,107 poin (0,99%) ke level 6.256,352.
Investor lebih suka melepas sahamnya terutama di sektor industri dasar, keuangan, dan properti. Ketiga indeks ini terkoreksi masing-masing sebesar 2,05 persen, 1,96 persen, dan 1,52 persen.
Hanya ada satu indeks sektoral yang menguat, yaitu barang konsumsi sebesar 0,35 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp675, TCPI Rp450, UNTR Rp300, AKRA Rp140, dan CSAP Rp80.
Sebaliknya, harga saham SMGR terkoreksi Rp1.100, EMTK Rp300, SHID Rp230, JSMR Rp225, dan AMFG Rp200.
Dari pasar uang, dolar menembus level Rp14.300. Pada pukul 16.14, nilai tukar dolar AS menguat 46 poin (0,32%) ke level Rp14.311.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya