7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Seseorang Menyemprotkan Pestisida Di Lahan Pertanian. (Foto: Shutterstocl/ilustrasi)
Dream – Kukuh Roxa Putra berbagi kisahnya di bisnis agrochemical. Pria ini merintis bisnis ini secara tidak sengaja.
Dikutip dari keterangan tertulis dari IPB, Rabu 18 November 2020, bisnisnya bermula dari sebuah acara festival tanaman yang dia gelar bersama teman-temannya saat masih kuliah.
Sayangnya, acara ini merugi Rp10 juta. Alhasil, panitia acara mencari gantinya dengan melakukan dana usaha (danus).
“ Kami melaksanakan danus dengan menjual donat dan lain-lain, tapi hal tersebut dirasa lama untuk bisa mendapatkan target keuntungan untuk bisa membayar utang,” kata Kukuh.
Kemudian, Kukuh dan dua temannya memberanikan diri ke fakultas untuk menawarkan diri mengerjakan proyek laboratorium. Upahnya dialokasikan untuk menutupi kerugian acara tersebut.
Setelah dijalani, mereka bertiga justru menikmati pekerjaannya dan memutuskan untuk tetap bekerja di sana meskipun kerugian acara telah berhasil diganti.
Bekerja sebagai tim penguji pestisida dan pupuk sebelum diedarkan di pasaran, Kukuh dan teman-temannya ini mendapat banyak ilmu serta pengalaman.
Setelah lulus, Kukuh mengajak kedua temannya untuk mencoba mengawali bisnis bidang pertanian di Banyuwangi, Jawa Timur.
“ Tantangan pertama di Banyuwangi adalah menyelesaikan masalah padi di sana,” kata Kukuh.
Tahun 2011, mereka mulai memproduksi beras merah. Kini, beras merahnya sudah sampai Eropa. Kemudian, tahun 2012, produksi pertama mendampingi para petani menghasilkan beras organik.
Di tahun 2012, Kukuh Roxa dan timnya dianugerahi penghargaan sebagai Asian Social Entrepreneur 2012 oleh LGT Venture Philantrophy. Satu tahun setelahnya, Kukuh dan teman-temannya memulai produksi benih padi IPB 4S, dan kini menjadi produsen terbesar untuk tipe ini.
Kemudian, mereka mendirikan PT Pandawa Agri Indonesia. Produk andalannya adalah Adjuvant. Produk ini adalah pestisida organik untuk mengurangi pestisida kimia.
“ Agar lebih hemat dari sisi ekonomi dan lebih aman untuk lingkungan,” kata Kukuh.
Dia mengatakan pestisida ini bisa mengurangi dosis pupuk kimia hingga 50 persen. Pestisida ini dibuat dari bahan organik lokal yang aman dan tidak beracun. Bahkan Pestisida Adjuvant diklaim mampu meningkatkan efisiensi biaya sebesar 10 hingga 40 persen.
“ Dari 2014 hingga 2020, PT Pandawa berhasil menghemat pemakaian perstisida hingga 910 ribu liter yang setara dengan US$1,11 juta,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?