Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ibadah Haji.
Dream – Musim haji telah tiba. Saat itulah, orang Muslim dari penjuru dunia berdatangan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu.
Pada periode ini, ada yang namanya badal haji atau wakil haji. Mereka menghajikan jamaah haji yang cacat, bahkan yang meninggal dunia sekalipun.
Nah, badal haji ini ditangkap sebagai peluang bisnis bagi segelintir orang.
Dilansir dari Arab News, Kamis 1 September 2016, saat ini, bisnis wakil haji menjadi marak di Arab Saudi. Sebuah iklan yang berjudul “ Kami akan melakukan haji untuk Anda” semakin marak beredar di situs jejaring sosial di Arab Saudi jelang musim Haji.
Bahkan, ada juga iklan tersebut menuliskan, “ Kami akan mewakilkan haji atas nama orang cacat dan saudara yang meninggal.”
Lalu, berapa biaya untuk menyewa jasa badal haji? Disebutkan biaya per orang sebesar 4,5 ribu riyal atau setara dengan Rp16 juta.
“ Anda dapat membayar tunai atau dengan mentransfer uang. Foto dan video yang menunjukkan seluruh proses haji akan dikirim smartphone mereka yang meminta layanan kami,” ujar salah satu pengunggah iklan ketika dihubungi.
Tuai kritik
Seorang ulama Saudi menyebut badal haji sebaiknya tak dilakukukan. Professor dari Imam Muhammad bin Saud Islamic University, Abdulrahman bin Awad Al-Qarni, mengingatkan orang-orang yang akan menggunakan jasa badal haji itu. Dikatakan bahwa mereka yang mengunggah iklan tersebut bersaing ketat untuk mendapatkan “ klien” yang notabene adalah jamaah haji.
" Persaingan seperti itu tidak diperbolehkan karena berhaji tidak dimaksudkan untuk dijadikan profesi untuk mendapatkan uang," kata Al-Qarni.
Dia mengatakan layanan ini bisa membuat orang malas untuk beribadah haji sendiri. " Mereka mencari jalan pintas dengan menyewa orang lain untuk melakukannya," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya