Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Indeks saham syariah kembali ditutup menguat meski memulai perdagangan dari zona negatif. Dibayangi aksi jual asing, investor lokal justru melakukan aksi berburu saham.
Kondisi bursa regional yang bergerak variatif membuat sebagian investor melakukan aksi spekulasi.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,198 poin (0,68%) ke level 178,665.
Indeks saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 3,857 poin (0,52%) ke level 746,872.
Kedua indeks ini memulai perdagangan dari zona merah. ISSI bahkan sempat turun ke level terendah 177,257.
Munculnya aksi beli di sesi kedua perdagangan, perlahan-lahan mendorong ISSI dan JII kembali melaju ke zona hijau.
Transaksi perdagangan saham naik signifikan dengan menyentuh angka Rp 5,09 triliun. Dari 32,05 miliar saham yang berpindahtangan, sebanyak 133 emiten ISSI ditutup menguat dan 60 lainnya tertekan aksi jual.
Seluruh indeks sektoral juga bergerak menguat dipimpin dua emiten komoditas pertanian dan pertambangan yang naik 1,34 persen dan 1,21 persen.
Saham-saham pencetak top gainer di pertengahan pekan ini adalah UNVR yang naik Rp 550, PTBA Rp 450, AALI Rp 300, ICBP Rp 275, ASII Rp 75, dan BSDE Rp 50 per saham.
Sementara di jajaran top losser, saham-saham keping biru yang terserang aksi beli adalah INTP yang turun Rp 475, AKRA Rp 275, SMGR Rp 200, PGAS Rp 80, dan INCO Rp 40 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah sore ini mengalami tekanan. Turun 16 poin (0,12%), rupiah sore ini bertengger di level 13.281 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya