Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Satu Rangkaian Kereta Api Tengah Melintas.
Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menguji coba penutupan perlintasan kereta api sebidang di Jalan Letnan Jenderal Soerapto. Penutupan sementara ini akan berlangsung selama sebulan, yaitu 1 Oktober-31 Oktober 2016.
Namun, mereka terlebih dahulu mensosialisasikannya kepada masyarakat selama 1 bulan yang dimulai dari tanggal 1 September-30 September 2016. Adapun perlintasan sebidang yang ditutup adalah perlintasan di JPL No. 29 Km 6 241.
“ Penutupan perlintasan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan jalan di wilayah Provinsi DKI Jakarta,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 31 Agustus 2016.
Prasetyo mengatakan perlintasan ini seharusnya dibuat dengan tidak sebidang menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Namun, perlintasan masih dimungkinkan dibuat sebidang dan bersifat sementara dengan pertimbangan letak geografis, tidak membahayakan dan mengganggu kelancaran operasi kereta api dan Lalu Lintas Jalan, serta pada jalur tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian, frekuensi perjalanan kereta api pada perlintasan Pasar Senen, saat ini sebanyak 17 kereta api melintas per jam dengan rentang waktu rata-rata sebanyak 3,52 menit yang berlangsung pada jam sibuk (on peak).
“ Melihat frekuensi perjalanan KA yang cukup tinggi tersebut, sudah seharusnya perlintasan sebidang tersebut ditutup,” kata dia.
Prasetyo mengatakan penutupan ini berdasarkan pada Surat Menteri Perhubungan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. KA.101/2/3 PHB 2015 tanggal 15 Desember 2015 tentang Penanganan Perlintasan Tidak Sebidang di Wilayah DKI Jakarta. Pihaknya pun menggandeng pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk menguji coba penutupan ini.
“ Pengguna jalan raya diharapkan menggunakan underpass Soeprapto yang sudah tersedia ataupun rute jalan alternatif yang sudah disiapkan Pemprov DKI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya,” kata dia.
Adapun rute jalan alternatif yang disiapkan adalah sebagai berikut :
Dari Utara melewati : Jl. Gunung Sahari Jl. Gunung Sahari II Jl. Kepu Selatan Jl. Bungur Besar Jl. Soeprapto.
Dari arah Selatan, melewati : Jl. Kramat raya Jl. Kwitang ( U-turn) Jl. Prapatan Under Pass Soeprapto.
Dari arah Timur : Jl. Soeprapto Jl. Utan panjang Barat Jl. Kemayoran Gempol Jl. Angkasa Jl. Gunung Sahari Flyover Senen Jl. Kramat Raya Jl. Salemba Raya.
Dari arah Barat : Jl. Dr. Soetomo Jl. Gunung Sahari Raya Jl. Gunung Sahari II Jl. Kepu Selatan Jl. Bungur Besar Jl. Soeprapto.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya