Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Beberapa hari ini hashtag #stopbayarpajak menjadi trending topic di jejaring sosial. Alasannya, program amnesti pajak dinilai tidak tepat sasaran.
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pun angkat bicara soal ajakan untuk berhenti membayar pajak melalui media sosial tersebut.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiasteadi, mengatakan tak ada yang bisa memboikot pajak.
" Nggak ada yang bisa boikot pajak," kata Ken dalam konferensi pers di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016.
Ken mempertanyakan jenis pajak yang dimaksud oleh pengguna media sosial yang mengajak penghentikan pembayaran pajak. " Pajak apa? PBB? PPh?" kata dia.
Ken juga menambahkan, pihak yang memboikot pajak --sadar atau tidak-- juga membayar pajak dalam kehidupan sehari-harinya.
" Kalau mau boikot, terus dia hits, kan pulsanya kesedot. Pulsanya kena PPN. Handphone yang dibeli juga kena PPN. Terus dia keluar, merokok, rokoknya juga kena pajak," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya