Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Profesi Di Sektor IT Menuntut Karyawannya Untuk Selalu Siaga. (Sumber: Http://www.vidyasoft.it)
Dream – Perkembangan teknologi membuat industri teknologi dan informasi (TI) dipandang sebagai suatu industry yang menjanjikan. Tingginya kebutuhan perusahaan akan teknologi sebagai penunjang bisnis juga membuat para pekerja di bidang TI menjadi buruan.
Meskipun demikian, dinamika perkembangan teknologi yang cepat menuntut para pekerja TI untuk menghadapi perubahan dan siaga setiap saat.
Salah satu platform komunitas online, Jobplanet, meriset satu kajian tentang tingkat keseimbangan kerja (work balance) antara pekerjaan dengan kehidupan para pekerja TI di Indonesia.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 29 Agustus 2016, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia, Kemas Antonius, mengatakan pihaknya menganalisis informasi dari 6.900 responden karyawan TI dari seluruh Indonesia sejak Agustus 2015-Juli 2016. Mereka tersebar dan berasal dari 10 jenis industri yang berbeda.
Dari analisis itu, Jobplanet menemukan rata-rata tingkat kepuasan karyawan TI di Indonesia terhadap tingkat kesimbangan hidup (work life balance) adalah sebesar 3,22.
“ Profesi-profesi di bidang TI berhubungan dengan piranti lunak (software), piranti keras (hardware), operasional sistem informasi, serta infrastruktur dan jaringan,” kata Kemas di Jakarta.
Dia juga mengatakan pekerjaan di sektor ini memiliki banyak hal yang harus diperhatikan, seperti pemeliharaan (maintenance), pengembangan produk, sampai troubleshooting. " Jadi, bias dikatakan bahwa pekerja TI adalah pekerja yang sibuk dan dituntut untuk selalu siaga,” kata dia.
Kemas mengatakan ada tiga profesi yang tingkat kepuasan terhadap keseimbangan kerja di bawah rata-rata, yaitu project manager, data analyst, dan IT designer. Mereka punya tingkat work-life balance sebesar 3,20.
“ Tingkat work life balance juga berhubungan dengan kemampuan seseorang pekerja—pekerja TI—dalam menghadapi kesibukan dan tekanan pekerjaan tanpa mengabaikan berbagai aspek kehidupan pribadinya. Oleh karena itu, tak heran jika banyak pekerja TI merasa kurang puas dalam hal work life balance,” kata dia.
Berikut ini adalah daftar pekerjaan TI dan angka kepuasan terhadap keseimbangan hidup.
© Dream
1. UI/UX Developer: 3,61
2. Video Engineer: 3,47
3. Softwarre Architect: 3,40
4. Enterprise Resources Planning Consultant: 3,39
5. Game Developer: 3,37
6. IT Planner: 3,30
7. Computer Engineer: 3,30
8. Application Developer: 3,28
9. Information System Engineer: 3,28
10. IT Quality Assurance: 3,27
11. Web Developer: 3,26
12. IT network/security: 3,23
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya