Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Emas Perhiasan
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bisnis gadai emas tidak lagi menjadi pendapatan utama bank-bank syariah. Bahkan, banyak bank syariah yang kapok mengeluarkan produk itu.
" Masalah gadai, akhir-akhir ini bukan penerimaan utama di bank syariah. Bahkan ada yang sudah kapok memberikan gadai," ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Edi Setiadi dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, seperti ditulis Dream, Sabtu, 21 Juni 2014.
Menurut Edi, produk gadai emas di perbankan membutuhkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi khusus dalam menakar harga emas. Bank juga butuh ahli yang punya kemampuan penghitungan risiko.
" Terkait kompetensi penaksir, biasanya menggunakan tenaga pegadaian, tapi mekanisme perbankan lain, lebih rumit. Akhirnya merepotkan sendiri perbankan yang masuk ke bisnis gadai," jelasnya.
OJK mencatat porsi bisnis gadai dalam perbankan syariah saat ini sangat kecil. Tercatat hanya 5 persen bisnis bank syariah yang mengandalkan gadai. " Pokoknya kecil sekali," tegasnya.
Sementara, untuk kasus gadai emas yang melibatkan perbankan, Edi menyatakan pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan pemantauan.
" Untuk kasus di bawah 500 juta kita fasilitasi untuk mediasi, sedangkan di atas 500 juta kita bebaskan, mau berdamai atau menempuh jalur hukum. Yang pasti, kita terus periksa meski ada mediasi dan kita pantau setiap tahunnya," tandas Edi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun