Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pameran Bank Syariah
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pertumbuhan perbankan syariah bergantung pada komitmen pemerintah secara langsung. Untuk itu, dibutuhkan pemerintah yang fokus pada ekonomi syariah jika ingin mengalahkan Malaysia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia.
" Sayangnya booming ekonomi syariah ini baru di akhir-akhir pemerintahan, jadi mudah-mudahan ada capres yang peduli di bidang ini," ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah Edi Setiadi dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis, 20 Juni 2014.
Edi mengatakan, OJK berharap banyak agar pemerintah yang baru bisa membuktikan keberpihakannya dengan menunjukan komitmennya di sektor riil.
" Misalkan 10 provinsi jadi wisata syariah, otomatis di daerah sana akan tumbuh perbankan syariah," tambahnya.
Saat ini, lanjut Edi, kondisi perbankan syariah dunia tengah mengalami kelesuan. Perlambatan ekonomi Indonesia, juga menyebabkan pertumbuhan perbankan syariah nasional tahun ini justru melambat dibandingkan tahun lalu.
Pertumbuhan aset perbankan syariah per April 2014 tercatat mencapai Rp 244,3 triliun atau hanya naik Rp 2 triliun dari akhir Desember. Dilihat persentasenya, aset bank syariah ini hanya tumbuh 17,5 persen, lebih rendah dari tahun 2013 yang meningkat 24,2 persen.
" Tren melambat ini dialami global kecuali sukuk, itu lagi meningkat, Inggris saja mendeklarasikan akan mengeluarkan sukuk. Tapi di sini karena pembiayaannya tidak pengaruh ke urusan global, jadi lebih karena perlambatan ekonomi," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya