Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Bursa Saham Dubai (Arabianbusiness.com)
Dream - Indeks bursa saham Indonesia memberi harapan positif jelang perdagangan akhir pekan. Penguatan indeks kali ini agak terbatas seiring aksi tunggu pelaku pasar.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 20 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 10,7 poin (0,22%) ke level 4.874,97.
Hingga perdagangan pukul 09.55 WIB, indeks masih dalam tren menguat dan asing membukukan nett buy hingga Rp 34,83 miliar.
Gerak bursa saham regional yang variatif juga tak bisa menahan laju indeks bursa saham syariah menembus level hijau.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke leve 159,73. Saat ini sebanyak 91 emiten syariah bergerak menguat sementara 41 lainnya belum bisa beranjak dari zona merah.
Transaksi perdagangan saham mencapai 4,3 miliar saham dengan nilai Rp 468,5 miliar.
Sementara indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut menguat ke level 655,17. Indeks JII dibuka menguat ke level yang lebih baik di posisi 655,7.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai, belum adanya sentimen baru diperkirakan akan membuat aksi wait and see pada perdagangan di lantai BEI masih akan berlanjut.
" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak flat turun pada kisaran 4825 - 4880," katanya.
Satrio menjelaskan, pergerakan indeks kemarin memunculkan kembali tekanan jual dari pemodal asing. Akibatnya, IHSG gagal bertahan diatas suport 4875. Penembusan dari suport ini, memiliki potensi koreksi hingga kisaran 4750 - 4800.
" Lemahnya sentimen Pilpres, ditambah dengan kondisi pasar yang cenderung sepi akibat Piala Dunia, diperkirakan masih akan membuat IHSG sulit untuk bergerak naik," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun