Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Bikin Resah, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 19 Juni 2014 16:21
Rupiah Bikin Resah, Indeks Syariah Melemah
Indeks bursa saham Indonesia yang dibuka menguat tak bisa mempertahankan posisinya di zona merah. Pelaku pasar kini mulai khawatir dengan pelemahan kurs rupiah.

Dream - Menguat di sesi pembukaan, indeks bursa saham Indonesia tak mampu bertahan di zona hijau. Kekhawatiran kurs rupiah yang terus melemah mengubur sentimen positif dari rekor kenaikan bursa saham Asia.

Kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis, 19 Juni 2014 sebetulnya menguat 62 poin ke level 11.916 per dolar AS. Namun bayang-bayang rupiah jatuh ke level 12 ribu tampaknya memicu keresahan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 23,58 poin (0,48%) ke level 4.864,27. Indeks sempat mencetak level tertinggi 4.900,32.

Aksi jual saham pelaku pasar menyebabkan 213 emiten terpuruk di zona merah sedangkan 86 lainnya masih bergerak menguat. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 3,99 triliun.

Laju pelemahan juga melanda Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang turun 0,92 poin (0,58%) ke level 159,51. ISSI terseret rontoknya harga saham syariah dari 135 emiten dikala 57 efek yang menguat.

Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 2,72 triliun dari beralihnya 23,73 miliar saham.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 3,68 poin (0,56%) ke level 654,36. Sebanyak 21 emiten keping biru syariah bertengger di zona hijau.

Dari kawasan regional, indeks bursa saham bergerak variatif. Padahal secara keseluruhan, indeks bursa saham Asia Pasifik justru mencetak level tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

Nikkei Jepang mencatat kenaikan 245,4 poin (1,62%) sementara KOSPI Korea Selatan naik 2,54 poi (0,13%).

Emiten batu bara plat merah, PTBA, menjadi saham bluechips syariah pencetak kenaikan harga tertinggi sebesar Rp 275 per saham. Top gainer saham bluechips syariah lainnya adalah UNVR yang naik Rp 150, ICBP Rp 100, EXCL Rp 75, dan INTP Rp 50 per saham. (Ism)

Beri Komentar