Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Asing Asyik Belanja, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 18 Juni 2014 16:30
Asing Asyik Belanja, Indeks Syariah Melemah
Di tengah aksi beli pemodal asing yang mencapai Rp 2,3 triliun, bursa saham Indonesia justru kembali masuk zona merah. Apa pemicunya?

Dream - Di tengah tingginya nilai transaksi perdagangan, bursa saham Indonesia tak mampu beranjak dari zona merah. Selain sektor komoditas, seluruh indeks saham jatuh ke teritori negatif.

Tak hadirnya sentimen penguat serta aksi tunggu pelaku pasar membuat indeks saham tak mampu beranjak dari zona merah. Sementara aksi beli asing yang mencapai Rp 2,3 triliun juga tak mampu mengangkat pasar modal Indonesia. Pasar justru cukup khawatir dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang makin melemah.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu, 18 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 21,65 poin (0,44%) ke level 4.887,86. Lagi-lagi, indeks makin menjauh dari level 4900.

Transaksi perdagangan saham kali ini terbilang cukup tinggi karena mencetak angka Rp 6,29 triliun. Dengan adanya aksi beli di pasar non reguler, jumlah efek yang beralih tangan pun terbilang besar hingga 48,51 miliar.

Terpuruknya IHSG di zona merah tak ayal membuat indeks saham lainnya ikut terjatuh. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai patokan saham halal melemah 0,75 poin (0,47%) ke level 160,43.

Sebanyak 100 emiten saham menggiring indeks ISSI masuk zona merah sementara 71 lainnya mampu bertengger di wilayah positif. Nilai transaksi perdagangan kali ini terbilang tinggi hingga mencapai Rp 5,01 triliun.

Sama seperti ISSI, indeks saham syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index (JII) pun tak mampu berbuat banyak. Indeks JII melemah 3,46 poin (0,52%) ke level 658,05.

Nilai transaksi perdagangan saham bluechips kali ini mencapai Rp 1,74 triliun dengan 8 emiten bluechips syariah mampu bertahan menguat.

Emiten-emiten komoditas kali ini menghuni daftar pencetak untung tertinggi (top gainer). Saham ITMG mencetak kenaikan tertinggi senilai Rp 550, diikuti AALI Rp 125, PGAS Rp 50, LSIP Rp 40, dan AKRA Rp 30 per saham. (Ism)

Beri Komentar