Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Di tengah tingginya nilai transaksi perdagangan, bursa saham Indonesia tak mampu beranjak dari zona merah. Selain sektor komoditas, seluruh indeks saham jatuh ke teritori negatif.
Tak hadirnya sentimen penguat serta aksi tunggu pelaku pasar membuat indeks saham tak mampu beranjak dari zona merah. Sementara aksi beli asing yang mencapai Rp 2,3 triliun juga tak mampu mengangkat pasar modal Indonesia. Pasar justru cukup khawatir dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang makin melemah.
Pada penutupan perdagangan saham, Rabu, 18 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 21,65 poin (0,44%) ke level 4.887,86. Lagi-lagi, indeks makin menjauh dari level 4900.
Transaksi perdagangan saham kali ini terbilang cukup tinggi karena mencetak angka Rp 6,29 triliun. Dengan adanya aksi beli di pasar non reguler, jumlah efek yang beralih tangan pun terbilang besar hingga 48,51 miliar.
Terpuruknya IHSG di zona merah tak ayal membuat indeks saham lainnya ikut terjatuh. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai patokan saham halal melemah 0,75 poin (0,47%) ke level 160,43.
Sebanyak 100 emiten saham menggiring indeks ISSI masuk zona merah sementara 71 lainnya mampu bertengger di wilayah positif. Nilai transaksi perdagangan kali ini terbilang tinggi hingga mencapai Rp 5,01 triliun.
Sama seperti ISSI, indeks saham syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index (JII) pun tak mampu berbuat banyak. Indeks JII melemah 3,46 poin (0,52%) ke level 658,05.
Nilai transaksi perdagangan saham bluechips kali ini mencapai Rp 1,74 triliun dengan 8 emiten bluechips syariah mampu bertahan menguat.
Emiten-emiten komoditas kali ini menghuni daftar pencetak untung tertinggi (top gainer). Saham ITMG mencetak kenaikan tertinggi senilai Rp 550, diikuti AALI Rp 125, PGAS Rp 50, LSIP Rp 40, dan AKRA Rp 30 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya