Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Loyo di Paruh Pertama Perdagangan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 18 Juni 2014 12:26
Indeks Syariah Loyo di Paruh Pertama Perdagangan
Minimnya sentimen positif jelang Pilpres membuat gerak bursa saham nasional kembali masuk teritori negatif. Namun saham-saham komoditas menunjukan kekuatan di tengah merahnya indeks saham.

Dream - Indeks bursa saham syariah menutup sesi pertama perdagangan di zona merah. Emiten-emiten komoditas meraup untung di laju indeks yang melemah.

Pada penutupan sesi pertama, Rabu, 18 Juni 2014, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,44 poin (0,27%) ke level 160,74. Laju koreksi harga saham dari 101 emiten syariah membawa ISSI masuk zona merah.

Transaksi perdagangan efek syariah sepanjang sesi pertama ini mencapai 11,36 miliar saham dengan nilai menembus Rp 1,34 triliun.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 1,77 poin (0,26%) ke level 659,73. Indeks JII mengawali perdagangan di zona merah usai melemah ke level 661,43.

Meski melemah, sebanyak 10 emiten bluechips syariah masih bergerak di zona hijau. Namun 18 emiten lain yang terkoreksi membuat indeks JII tak berkutik. Transaksi perdagangan saham terbilang minim dengan mencetak nilai Rp 885,54 miliar.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia menutup perdagangan di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai patokan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat turun 13,54 poin (0,28%) ke level 4.895,96.

Setela kemarin sempat susah payah menembus zona 4.900, IHSG tampaknya masih membutuhkan tenaga lebih besar untuk kembali menguat. Terlebih lagi, sentimen positif dalam beberapa hari terakhir jarang menyapa pelaku pasar.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan, saham-saham komoditas pada perdagangan kemarin memang terlihat sudah mulai memberikan signal positif, ditutup diatas resisten pertamanya.

" Pada hari ini, kita masih menanti apakah saham-saham perbankan bisa menyusul. IHSG hanya bisa memulai rally pilpres apabila saham-saham perbankan sudah mulai menunjukkan trend naik," ujarnya. (Ism)

Beri Komentar