Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bisnis Kuliner Halal, Malaysia Bidik Asia Tengah

Reporter : Ervina
Rabu, 18 Juni 2014 14:14
Bisnis Kuliner Halal, Malaysia Bidik Asia Tengah
Turkmenistan, salah satu negara muslim pecahan Uni Soviet dalam waktu dekat akan 'kebanjiran' produk-produk halal dari Malaysia. Saat ini populasi muslim Turkmenistan mencapai 93% dari 6 juta penduduk

Dream - Kabar peredaran Cadburry yang dituding mengandung DNA babi tidak menyurutkan niat pemerintah Malaysia memperluas industri makanan halal. Buktinya, salah satu negara muslim pecahan Uni Soviet tengah dibidik sebagai pasar baru. 

Turkmenistan, negara di Asia Tengah itu dalam waktu dekat akan 'kebanjiran' produk-produk halal dari Malaysia.

Seperti dilansir Islam.ru, Duta Besar Malaysia untuk Turkmenistan, Norman Muhamad saat menemani Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak beberapa saat lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Gurbanguly Berdimuhamedov. Dalam kunjungan resmi selama dua hari, Najib melihat prospek menjanjikan dalam industri halal di Turkmenistan.

Melalui inisiatif ini, Malaysia berharap bisa menjadi mitra hubungan halal di Asia Tengah. Pangsa pasar yang potensial tidak terlepas dari populasi muslim di Turkmenistan yang mencapai 93 persen dari enam juta penduduk.

Selain memperluas kerjasama melalui makan halal, Malaysia juga berencana meningkatkan eksplorasi gas di Turkmenistan. Turkmenistan merupakan negara keempat pemilik cadangan gas terbesar di dunia setelah Iran, Rusia dan Qatar, dengan luas 17,5 triliun meter kubik.

Selain industri pangan dan minyak, sejumlah perusahaan Malaysia juga sedang didorong untuk berpartisipasi dalam sektor konstruksi di Turkmenistan. Saat ini negara seluas 491.210 kilometer persegi tengah giat melakukan berbagai proyek pembangunan.

Norman mengatakan di wilayah Asia Tengah, Turkmenistan adalah mitra dagang terbesar ketiga bagi Malaysia. Total perdagangan antara kedua negara setiap tahunnya terus meningkat. Pada tahun 2013 tercatat sebesar US$ 33.130.000 dibandingkan dengan US$ 11.680.000 pada tahun 2012 dan US$ 24.270.000 pada tahun 2011. (Ism)

Beri Komentar