Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Sambut Puasa, PRT Ramai-ramai Ganti Majikan

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 19 Juni 2014 08:28
Sambut Puasa, PRT Ramai-ramai Ganti Majikan
Tak hanya di Indonesia, fenomena pembantu yang beralih majikan juga terjadi di Arab. Bahkan gejala ini makin sering terjadi jelang Ramadan. Apa pemicunya?

Dream - Masalah pekerja rumah tangga (PRT) yang seringkali berpindah kerja tak hanya dialami penduduk Indonesia. Dengan status sebagai negara kaya dan gaji yang lebih baik, para pembantu juga kerap melarikan diri atau berpindah majikan. Fenomena ini malah makin marak jelang Ramadan.

Mengutip laporan Zawya, seperti dikutip Dream.co.id, Kamis, 19 Juni 2014, sebuah statistik menunjukan jumlah pembantu rumah tangga yang melarikan diri kian marak jelang memasuki bulan Ramadan. Salah satu alasan mereka melarikan diri adalah mencari gaji yang lebih tinggi.

Namun harus diakui, kasus pembantu yang melarikan diri juga kerap kali dipicu kesalahan majikan. Para pemberi kerja sering memperkerjakan pelayan tanpa memeriksa latar belakang dari pegawainya.

Laporan itu menyebutkan, kurang dari 20 persen PRT meninggalkan majikannya untuk bekerja di rumah tangga lain dengan gaji yang lebih tinggi.

Menurut statistik tersebut, saat ini ada 1 juta pembantu rumah tangga yang bekerja di keluarga Saudi. Para pemberi kerja ini menghabiskan lebih dari 1 miliar riyal atau Rp 3,18 triliun untuk menggaji para pembantu rumah tangga itu dalam setahun, termasuk makan, tiket dan biaya lainnya.

Saat pertama kali bekerja di Saudi, seorang pembantu rumah tangga bisa mengantongi gaji sebesar 1000 riyal atau Rp 3,18 juta.

Dalam statistik itu disebutkan kinerja pemerintah dan negara-negara pengekspor tenaga kerja serta kedutaan mereka termasuk fleksibel. Meski demikian, statistik mengkritik pengawasan dan pengendalian sistem untuk memastikan kesepakatan yang ditandatangani antara Arab Saudi dan negara-negara pengekspor tenaga kerja bisa diterapkan sesuai perjanjian. (Ism)

Beri Komentar